Tampilkan postingan dengan label bandar judi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandar judi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Desember 2017

Polisi Hantam Siswa SMA Methodist 2 Medan Hingga Masuk Rumah sakit


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Heboh di lini masa media sosial, para siswa Methodist 2 Medan mengambil keputusan dengan cara membentak personel lalu-lintas, bahkan juga sampai mengucapkan kata-kata yang tak pantas di Jalan Thamrin Medan, pada hari Kamis (7/12/2017).

Hal ini disinyalir lantaran personel polisi tersebut sempat memukul satu di antara siswa hingga sampai rumah sakit.

Wakil II Kepala Sekolah Methodist 2 Medan, Bob Saragi juga sudah mengatakan bahwa peristiwa ini sudah dilaporkan ke Propam.

"Kami juga sudah melaporkan hal tersebut kepada propam, semoga dengan peristiwa ini bisa saja menjadi sebuah pelajaran. Semua diselesaikan secara kekeluargaan saja, siswa yang bersangkutan saat ini masih di berada di rumah sakit akibat di pukul hingga pingsan," ujarnya, Jumat (8/12/2017).

Informasi yang di dapatkan mengatakan bahwa siswa yang menjadi korban tersebut sedang berboncengan dengan seorang temannya dengan tidak menggunakan pelindung kepala.

Polisi berpangkat Bripka tersebut langsung menghentikan kedua siswa tersebut dengan cara  menendang motor miliki siswa tersebut hingga jatuh dan juga di pukul dan di tendang.

Dari kejadian itu, siswa yang berada di sekitar langsung mengelilingi polisi tersebut dihitung ada sebanyak ratusan siswa yang mengepung polisi tersebut, langsung memaki - maki polisi tersebut dengan kata K**T*L kepada polisi tersebut

Salah satu siswa mengatakan: 'Woi polisi K**T*L, ganti kau'

Terdapat juga seorang siswa yang sangat marah dan memiliki wajah yang sadis karena temannya di pukulin oleh polisi tersebut.
 Photo

Jumat, 08 Desember 2017

Bandar Sabu Pantai Cermin Sangat Cengeng Sekali Di Dor Minta Ampun Ampun



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Effendi atau biasa yang sering dipanggil Fendi (47) warga Dusun 3, Desa Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Cengeng minta ampun-ampun kesakitan, saat peluru yang dikeluarkan dari paha kanannya, di rumah sakit, pada hari jumat sore tadi.

Pria yang sudah berprofesi sebagai bandar sabu itu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas personel Sat Narkoba Polres Sergai ketika mencoba untuk kabur lewat pintu mobil, pada hari jumat (8/12/2017) sekira jam 15.00 wib.

Dari penangkapan Bandar sabu Pantai Cermin itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 paket sabu dengan berat 2,5 gram, 1 timbangan elektrik, 4 mancis, 8 pipet plastik, 3 dot plastik di dalam kaleng biscuit dan uang senilai Rp 300 ribu.

Informasi yang sudah diperoleh, tertangkapnya mantan residivis itu juga berawal dari laporan masyarakat. Kapolres Sergai, AKBP Eko Suprihanto, yang juga menerima laporan itu segera langsung memerintahkan Kasat Narkoba, AKP Ras Maju Tarigan, untuk segera melakukan penyelidikan.

Setibanya di rumah tersangka, tim Sat Narkoba langsung melakukan pengintaian ke dalam rumah. Melihat targetnya juga sedang berada di dalam rumah, petugas langsung saja melakukan penggrebekan dan juga berhasil meringkus Fendi.

Setelah sudah dilakukan penggeledahan, polisi kemudian menemukan sabu dalam kaleng biscuit yang sudah diletakkan di belakang rumah. Selanjutnya, Fendi juga digelandang ke Mapolres Sergai dengan menggunakan mobil.

Namun, ketika hendak segera dibawa, Fendi juga langsung berusaha kabur dengan cara membuka pintu mobil. Alhasil, polisi juga sempat mengambil tindakan tegas dengan cara menembak kakinya hingga jatuh tersungkur.

“Saat ditangkap, tersangka langsung mencoba kabur dengan cara keluar dari pintu mobil, sehingga petugas langsung segera mengambil tindakan tegas dengan "DOR" kakinya,” sebut Kapolres.

Selanjutnya, Fendi langsung di bawa ke RSUD Sergai untuk segera mendapat perawatan medis dengan mengeluarkan peluru dari kakinya.

Diakui oleh Fendi, bahwa dia juga sudah beberapa kali keluar masuk penjara dalam kasus narkoba. Menurutnya penjualan sabu langsung dilakukannya dalam rumah dengan cara pembeli datang untuk memesan sabu.

“Biasanya pembeli langsung datang ke rumah, tadi aku langsung pikir pembeli, rupanya polisi yang langsung datang,” akunya.

Kamis, 07 Desember 2017

Gara Gara Ketakutan Nur Menyerahkan Sabu Kepada Petugas


Bwinqq Dominoqq Tepercaya - Nur gadis yang berumur 30 tahun yang berasal dari Medan. Kemarin (6/12) siang, penumpang Wings Air nomor penerbangan IW 1262 tujuan Nias itu berhasil dibekuk di Bandara Kualanamu medan. Itu dikarenakan ia ketahuan menyimpan sabu di ponselnya.

Temuan sabu ini juga terjadi pada pukul 10.30 WIB. Info yang dihimpun dari lokasi peristiwa menyebut, bahwa temuan sabu itu berawal dari kecurigaan salah satu security bandara yang saat ini melihat Nur seperti orang yang sedang ketakutan saat berjalan menuju Security Chek Point (SCP) I untuk menjalani pemeriksaan seperti halnya dengan para penumpang lainnya. Berdasarkan dengan kecurigaan itu, petugas pun secara langsung mendatangi Nur dan juga langsung menanyakan soal wajahnya yang pucat itu.

Nur yang saat ini sudah merasakan ketakutan langsung menyerahkan dua plastik klip transparan yang berisi diduga sabu seberat 0,7 gram kepada petugas tersebut. Selanjutnya Nurainun dan juga barang bukti langsung dibawa ke Security Building Bandara Kualanamu .Untuk segera melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut lagi, Nur serta juga dengan barang bukti diduga sabu langsung diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Manajer Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto juga membenarkan diamankannya Nurainun. “Saat sedang menjalani pemeriksaan di SCP I, Nur yang merasa sangat ketakutan itu langsung saja menyerahkan sabu yang sudah diselipkan di cashing handphone yang dibawanya,” kata Wisnu.

Lanjut Wisnu, Nurainun serta juga barang bukti yang diduga sabu diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deliserdang untuk segera proses hukum lebih lanjut lagi.

Selain mengamankan Nur serta juga dengan barang bukti itu juga diduga sabu, petugas juga mengamankan dua teman Nur masing-masing Wil dan juga RS ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Kasat Reserse Narkoba Polres Deliserdang AKP Erwin Tito juga membenarkan diamankannya Nur serta juga bersama dengan dua temannya. “Ketiganya sampai sekarng ini masih kita periksa untuk dilakukan pengembangan,” tegasnya.

Rabu, 06 Desember 2017

Penangkapan Bandar Narkoba Kelas Kakap Di Hebohkan Di Kawasan Merdeka Walk Polisi Habiskan Peluru



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Saat ini suasana di Jalan Bukit Barisan yang berada di kawasan Merdeka Walk Medan mendadak membuat heboh para warga jelang Rabu (6/12/2017) dinihari kemarin, ketika Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut mengamankan seorang pria yang terduga Bandar narkoba kelas kakap.

Sebagian dari belasan petugas kepolisian juga sudah berkali-kali melepas tembakan habiskan peluruh sedangkan Bandar masih berada didalam mobil, tentu saja membuat para pengendara yang sedang melintas di seputaran kawasan yang sedang berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Medan itu juga pastinya sempat membuat ketakutan saat mendengarnya.

Dalam video yang sudah dilihat, pada hari Rabu (6/12/2017), terlihat sangat begitu personel polisi yang sudah dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Hilman Wijaya, juga sudah melepaskan tembakan ke udara saat ingin menghentikan sebuah mobil yang berwarna hitam jenis Avanza, nomor plat BK 1674 KD.

“Polisi, polisi, turun, turun,” ucap seorang petugas yang sembari melepas tembakan ke udara. Beberapa petugas lain terlihat juga sedang menghabiskan peluru, sehingga juga diduga, akibat letusan senjata itu, para terduga yang akan ditangkap pun merasa sangat takut untuk keluar dari mobil.

Petugas kemudian langsung segera membuka pintu mobil Avanza hitam, itu sembari memaksa penumpangnya untuk segera cepat keluar.

Berdasarkan dengan keterangan dari Kapoldasu pada konferensi pers, pada hari Rabu (6/12/2017), dari tersangka yang sudah diamankan di seputaran Merdeka Walk, disita sabu-sabu seberat 10 kg dari salah satu pelaku yang bernama Suyono (44)



Selasa, 05 Desember 2017

Pesan Sabu Di Dalam Lapas Togiman Dituntut Hukuman Mati



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Togiman atau yang biasa sering dipanggil Toge, salah satu dari lima terdakwa komplotan dalam pengiriman narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram yang sudah dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Tanjunggusta Medan, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat ini dituntut akan menjalani hukuman mati.

Dalam pembacaan tuntutan untuk terpidana mati itu sudah dibacakan JPU di Ruang Sidang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan yang sudah berlangsung pada hari Selasa (5/12/2017).

"Hal yang memberatkan hukuman terhadap terdakwa Togiman karena sebelumnya juga telah mendapatkan hukuman mati," kata JPU Dewi.

Selain itu, JPU juga sudah menuntut empat terdakwa yang merupakan komplotan Toge yaitu Thomson Hutabarat, Abdul alias Edo, Wagimun, dan juga dengan Sugiarto yaitu dengan menjalani hukuman penjara seumur hidup.

"Meminta agar majelis hakim yang sudah memeriksa dan juga mengadili perkara ini menyatakan bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan juga meyakinkan bersalah memiliki dan juga menguasai narkotika gologang IA bukan tanaman dengan jumlah yang lebih dari 5 gram,” jelas Dewi

Pemberian tuntutan hukuman itu juga didasari atas perbuatan para terdakwa yang sudah melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Perkara ini juga berawal saat Abdul, Wagimun, dan juga Sugiarto yang sudah diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jalan Gatot Suboroto, Medan, tak jauh lagi dari pool bus Kurnia, Minggu (14/5/2017).

Untuk bisa mengelabui petugas BNN, para terdakwa juga terdapat menyimpan sabu asal Malaysia itu didalam kotak fiber pendingin ikan yang berwarna biru. Benda itu kemudian langsung segera dibawa dengan menggunakan mobil pick-p Mitshubisi BK 9615 CM.

Namun, baru hanya berjalan sekitar 3 meter bergerak dari pool bus Kurnia, mobil pick-up itu langsung dihentikan oleh petugas BNN dan lalu melakukan pemerikaan dan juga di temukan 25 bungkus plastik serbuk kristal putih. Setelah sudah dilakukan pengecekan di laboratorium BNN, serbuk kristal putih itu dipastikan bahwa merupakan narkotika jenis sabu-sabu.

Setelah sudah dilakukan pengembangan ternyata sabu yang sudah ditemukan itu merupakan pesanan Togiman dari dalam Lapas Tanjunggusta.

Sementara itu Thomson Hutabarat yang juga merupakan seorang narapidana narkotika di Lapas Tanjung Gusta Medan, berperan untuk mencari pembeli sabu itu. Menggunakan kode '68', Togiman dan juga dengan Thomson menggunakan handphone berkomunikasi dengan kurirnya.

Di saat ketiga kaki tangannya sudah ditangkap, Togiman juga terus mencoba untuk menelpon mereka. Namun tidak diangkat oleh kurirnya, sehingga Togiman mulai curiga setelah itu Togiman dan juga Thomson secara langusng menghancurkan handphone dan sim card yang sedang mereka pakai, kemudian langsung membuangnya ke dalam tong sampah di Lapas Tanjunggusta Medan.

Senin, 04 Desember 2017

Pulang Dari Diskotik New Zone, Pria India Di Bunuh Teman Sendiri


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Dunia malam saat ini kembali lagi membawa petaka. Seperti yang dialami Yoga Murti (30), tewas usai ia dibunuh temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, saat ia baru pulang berpesta dari Diskotik New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Pada hari senin (4/12/2017) dinihari.

Yoga juga meregang nyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya banyak sekali berlumuran darah akibat beberapa luka tikaman.

Informasi yang sudah diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bahwa Yoga bersama dengan dua orang temannya masuk Diskotik New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib.  

Tetapi sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama dengan kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga saat ini dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan juga narkoba.

“Di dalam perjalanan kami juga singgah ke rumah teman si Yoga yang berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah satu seorang teman sang korban.

Begitu sesudah sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan juga F) saat ini sedang terlibat adu mulut. Tak lama berselang, F langsung saja segera mengambil sebuah pisau dan langsung menikam Yoga secara membabi buta.

Sementara itu, teman sang korban lainnya juga tidak dapat berbuat banyak lagi dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang memang masuk dalam daftar pencarian polisi.

Sejumlah tikaman yang dilakukan di tubuh Yoga, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian langsung melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat langsung saja dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk melakukan perobatan.

Namun,  saat sedang di perjalanan nyawa pria India ini tidak lagi terselamatkan akibat pendarahan yang sangat hebat yang dialaminya. Yoga juga sudah dinyatakan lebih dulu meninggal dunia sebelum tiba di RS Pirngadi Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

Ketika ditanya apakah ada motif narkoba yang terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba juga mengaku belum dapat untuk dipastikan.

“Kalau memang benar motifnya karena gara-gara narkoba, kita juga masih belum tau pasti. Kita saat ini juga sedang tunggu hasil dari penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya juga sudah ditangani oleh pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban juga sudah membuat pengaduan kesana,” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, juga masih belum bersedia untuk memberikan keterangan.
Duni gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom
Dunia gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom
Dunia gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom

Senin, 03 April 2017

Pengunjung Diskotik Iguana Dan Equator Positif mengkomsumsi Narkoba Jenis Ekstasi Sebanyak 45 Orang


Bwinqq Domino Terpercaya-Puluhan pengunjung diskotik yang sedang asyik mendengar dan menikmati musik di sejumlah tempat hiburan malam di kota Medan,terjaring razia yang digelar petugas gabungan Polisi dan BNN,Sabtu (1/4) malam. 

Bahkan dalam razia gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Medan,AKBP Doni Sembiring yang dimulai Sabtu (1/4) malam hingga Minggu (2/4) dinihari ini, mendapatkan hasil sedikitnya 30 pria dan 15 orang wanita yang positif menggunakan narkoba jenis ekstasi. 

Bukan itu saja,ada seorang pengunjung wanita juga diamankan karena memiliki satu butir pil ekstasi warna pink merek pink love.Guna pengusutan dan pemeriksaan lebih lanjut pemilik pil ekstasi itu pun diserahkan ke Sat Res Narkoba Polrestabes Medan. 

Kalau yang tes urinenya positif kita serahkan ke BNN dan yang memiliki barang bukti pil ekstasi kita serahkan ke Sat Res Narkoba biar kita bongkar untuk mengetahui asal usul barang haram tersebut,terang Kabag Ops AKBP Doni S Sembiring SiK SH MSi disela-sela razia gabungan bersama BNNP Sumut dan Polisi Militer (POM). 

Berdasarkan informasi,dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lokasi hiburan malam di medan,petugas gabungan pertama kali mendatangi lokasi hiburan malam di Diskotik Iguana yang berada di lantai 5 di Jalan Pringgan Medan,Sabtu (1/4) malam. 

Dari lokasi ini petugas gabungan langsung masuk ke setiap room KTV dan menggeledah barang-barang milik para pengunjungnya.Bahkan kedatangan para petugas gabungan polisi dan BNN yang secara mendadak ini pun sempat membuat pengunjung yang sedang menikmati alunan musik sontak kaget dan hanya bisa terdiam dan menuruti semua perintah petugas yang akan melakukan penggeledahan serta pemeriksaan test urinenya. 

Selanjutnya satu persatu para pengunjung di Diskotik Iguana ini pun dilakukan test urine yang dikomandoi oleh BNN Provinsi Sumut.Tidak butuh waktu yang lama, sebanyak 30 pria dan 15 wanita akhirnya dinyatakan positif mengkomsumsi narkoba.Selanjutnya para pengguna narkoba ini pun diboyong ke BNNP Sumut untuk dimintai keterangannya. 

Usai merazia para pengunjung di Diskotik Iguana,petugas gabungan ini pun langsung bergerak ke Diskotik Equator yang berada di Jalan Cirebon Medan, Minggu (2/4) dinihari.

Di lokasi hiburan malam yang berada di Gedung Novotel Soechi ini petugas langsung merangsek masuk sembari memberitahukan ada pemeriksaan,dan meminta kepada para pengunjungnya untuk tidak panik. 

Selanjutnya untuk mencari barang bukti narkoba,petugas pun memeriksa tas/dompet serta tempat-tempat yang dicurigai.Berkat kejelian petugas gabungan akhirnya ditemukan barang bukti satu butir pil ekstasi warna pink dari tangan seorang wanita yang lagi bersama seorang pria kewarganegaraan Malaysia. 

Warga Negara Malaysia ini untuk sementara diambil keterangan sebagai saksi,aku AKBP Doni Sembiring,satu di Equator Seorang pengunjung wanita Discotik & KTV Elquator Jalan Cirebon,diamankan oleh petugas gabungan.

Wanita diketahui bernama Elvie Meirina Widia Astuti (41) warga Komplek Surya Blok 7, LK VI no 35,Kecamatan Helvetia Timur.Dia kedapatan mengantongi narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 1,5 butir saat digeledah petugas dari dalam tasnya yang dibalut dengan tissue.


Izin pak,ini ada wanita mengantongi narkoba jenis pill ekstasi,ujar petugas dari Polrestabes Medan kepada pemimpin razia Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Donni Sembiring. 

Mendapati hal itu,petugas langsung mengamankan wanita tersebut ke dalam mobil petugas. Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari pihak petugas kepolisian maupun petugas BNNP Sumut.

Kamis, 23 Maret 2017

Karoeke X3 Plaza Yang Lim Dan Equator Hotel Soech Luput Di Razia Karena Ada Setoran Tiap Bulan


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar merazia tempat hiburan malam guna berantas perdagangan narkoba paska tewasnya dua gadis cantik pengunjung X3 dan Equator Diskotik dan Karaoke Equator di Hotel Soechi,Jalan Cirebon dan Karaoke XXX(X3) berada di lantai 6 Plaza Yang Lim,Jalan Emas,belum dirazia personel BNN.Dari dua tempat hiburan malam itu pula awal mula dua gadis cantik meregang nyawa terindikasi menenggak narkoba jenis ekstasi. 

Di tengah BNN gencar merazia,berhembus kabar Equator dan X3 tak gentar.Pihaknya berdalih melaksanakan kewajiban kepada oknum petugas. 

Tahu sama tahu ajalah.Obat kita jual di sini Rp200 ribu perbutir.Kalau pengunjung yang kenal dekat dengan kita,obat bisa dijual Rp150 ribu perbutir.Hasil keuntungan uang penjualan obat di lokasi ini kita setor ke BNN.Karena kita tak ingin tamu yang lagi enjoy terganggu kehadiran petugas,ujar salah seorang pegawai Equator yang minta namanya dirahasiakan,Senin (20/3) kemarin. 

Dia menyebutkan sebelumnya BNN kerap masuk ke tempat hiburan malam itu secara mendadak.Namun begitu ada uang setoran lantas oknum BNN enggan masuk lagi. Begitulah trik kami.Mana ada yang nggak butuh uang.Penting tiap bulan nyetor Jadi tamu yang datang ke mari jadi tenang bisa menghabiskan waktunya sampai pagi tanpa terusik dengan adanya razia,

Sementara itu,Kabid Pemberantasan BNNP Sumut,AKBP Agus Halimuddin,membantah setoran dari pihak Karaoke X3 Plaza Yang Lim dan Equator Hotel Soechi.


Tidak benar itu semua coba siapa yang ngomong begitu beritahu kepada saya jangan main-main sekali lagi itu tidak benar,ungkapnya saat dikonfirmasi. 

Agus mengungkapkan pihaknya selalu melakukan pemeriksaan razia atau gerebek setiap lokasi tempat hiburan malam untuk mengantisipasi peredaran narkoba di hiburan malam di medan.

Tetap kita razia.Ya kalau mengenai itu kan tak mungkin kita bilang kepada publik takutnya razia bocor kita BNNP Sumut komit dalam pemberantasan narkoba,ungkapnya sembari mengimbau kepada pengelola diskotik agar yang coba-coba mengedarkan narkoba kepada pengunjung. 

Kalau memang terbukti akan kita tindak tegas siapapun itu baik pengelola diskotik maupun pengunjung yang kedapatan mengedarkan maupun mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.

Diketahui tempat hiburan Karaoke XXX (X3) Plaza Yang Lim disinyalir menyediakan narkoba untuk pengunjungnya.Sebutir ekstasi dibandrol Rp300 ribu.Selain pil geleng-geleng,narkoba jenis Key dan Happy Five juga beredar di tempat hiburan malam itu. Kalau ekstasi bisa Rp300 ribu gitu harganya jika kita pesan di dalam.Kalau key bisa sampai Rp1 jutaan.Happy Five bisa sampai 150rb  Itupun harus orang China baru bisa dikasih beli.Kalau orang pribumi ditengok-tengoknya orangnya,sebut salah satu pengunjung yang juga pernah pesan inex dan key maupun happy five,namun tidak mau disebutkan namanya. 

Hal itu dibuktikan dengan peristiwa overdosisnya seorang pengunjung bernama Amelia alias Lia (22) yang diduga mengonsumsi pil ekstasi (ineks) di Room KTV X05 pada Senin malam (13/3) lalu. 


Informasi diperoleh di lapangan,korban mendapatkan narkoba dengan membelinya seharga Rp300 ribu dari karaoke X3.Atas kejadian overdosis itu, Amelia sempat dirawat di RS Bunda Thamrin. 

Saat kejadian ia sempat mengalami kejang-kejang,lalu dilarikan dua rekannya ke rumah sakit.Sementara tamunya yang di dalam room tidak peduli dan langsung kabur keluar.

Rabu, 22 Maret 2017

Lagi Asik Theresome Di Hotel Binjai KM 17 Dua Cewek Dan Satu Cowok Di Gerebek Sat Narkoba Polres Binjai


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Saat sedang asik menikmati surga dunia,pasangan mesum yang sedang threesome alias 2 perempuan lawan 1 laki-laki,digrebek polisi dari Hotel Binjai,Jalan Medan-Binjai km 17,Binjai Timur,Senin (20/3) jam 17.00 wib. Selain pesta seks,pasangan threesome yang menempati kamar 220 Hotel Binjai tersebut,juga membawa narkoba jenis pil ekstasi atau shabu yang dileburkan,beserta alat untuk mengkonsumsi narkoba.Mereka adalah Kiki Wulandari (23),warga Jalan Soekarno Hatta KM 18,Gang Rambutan,Binjai Timur dan Tika Wati (23),warga Jalan Melinjau, Pasar 5 Jawa,Kelurahan Jati Karya,Binjai Utara dan laki-lakinya,Satria Pratama (21) warga Jalan SM Raja,Kelurahan Tanah Tinggi,Binjai Timur. 


Pasangan threesome berikut barang bukti barang terlarang diamankan ke Sat Narkoba Polres Binjai untuk diperiksa lebih lanjut.Dari hasil tes urine di kantor polisiternyata tes urine ketiganya positif mengkonsumsi narkoba. 

Menurut Kiki,dia bersama Tika dijemput oleh Satria Pratama pakai mobil Toyota Kijang Innova dan dibawa ke Hotel Binjai.Setibanya di dalam kamar hotel,mereka langsung main bertiga alias threesome.Namun sayang,saat mereka belum mencapai puncak klimaks,polisi datang dan menggagalkan permainan mereka.Belum sampe, sudah digrebek polisi,kata wanita berambut panjang itu. 

Mengenai narkoba dan alat konsumsi narkoba yang diamankan polisi dari dalam kamar yang mereka sewa,wanita seksi itu menyebutkan tidak tahu menahu soal itu. Soal narkoba itu.Kami nggak tahu,ungkapnya.Kasat Narkoba AKP Bambang H Tarigan,mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka.Masih dalam pemeriksaan.Kita masih mencaritahu dari mana asal narkoba mereka,ungkapnya. 

Kami Sudah 3 Hari Di Hotel Itu Menurut Tika,mereka sudah 3 hari menginap di kamar Hotel Binjai itu.Terkadang,mereka juga pergi keluar dari hotel.Kalau sudah habis ngisap narkoba,kami keluar,ujar Tika.Diceritakan janda 1 anak itu,dia sudah 3 tahun mengkonsumsi narkoba,karena frustasi setelah berpisah dengan suaminya. 


Sebelum menikah dengan suaminya,Tika masih sekolah dan hamil.Akhirnya, saat masih duduk di kelas 2 SMA,Tika harus putus sekolah dan menikah.Setelah membangun rumah tangga dengan suaminya,mereka dikaruniai 1 orang anak laki-laki.Namun, setelah 4 tahun hidup bersama dengan pria yang hanya buruh pabrik,akhirnya Tika pun meninggalkan suaminya serta anaknya.Saat ini,anakku sudah kelas 1 SD dan tinggal bersama mertuaku,kata wanita berbody seksi itu.Disinggung mengapa dia meninggalkan suaminya,Tika hanya mengaku tidak tahan saja.

Nggak tahan saja aku sama mantan suamiku,katanya singkat tidak menjelaskan tidak tahan hidup kekurangan atau tidak. Namun, selama 3 tahun berpisah dengan suami,wanita itu lebih memilih untuk sendiri,dalam hal keluarga.Walau sendiri,tetapi dia masih bisa main dengan laki-laki lain,untuk melampiaskan nafsunya.Sering aku main sama laki-laki yang bukan suamiku. 

Aku juga konsumsi narkoba bersama laki-laki yang ngajak aku,ungkapnya dengan kondisi masih tingg.Setelah diamankan polisi,Tika mengaku akan mencoba meninggalkan narkoba.Aku nyesal.Aku coba nanti tinggalkan narkoba lah,katanya saat diperiksa penyidik. 

Selasa, 15 November 2016

Wanita Cantik Sangat Setia Pada Kekasihnya yang Miskin Tapi Sekarang Lihat Kehidupan Mereka


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Kisah cinta pasangan asal Malaysia ini menjadi viral di media sosial.

Dilansir dari Lollipop, Sabtu (12/11/2016), kisah cinta Jayden dan Tiffany dinilai begitu indah.

Pasalnya, kisah cinta keduanya mengajarkan untuk setiap pada pasangan apapun kondisinya.

Awalnya, Jayden tidak memiliki tabungan dan setiap pagi naik bus untuk pergi bekerja.

Meskipun demikian, Tiffany yang dikenal memiliki wajah cantik tetap setiap menemani dan terus berada di sampingnya.

Tak pernah terlintas di dalam benak Tiffany untuk mengakhiri hubungan dengan Jayden.

Berbagai masalah yang menguras keringat dan air mata kerap datang pada pasangan ini.

Namun, Tiffany ttap cinta dan terus memberikan dukungannya pada Jayden.

Keterbatasan materi yang dimiliki Jayden tidak juga menjadi alasan Tiffany untuk mencari pria lain.

Karena ia yakin, bersama Jayden ia bisa hidup bahagia.


Tiga tahun keduanya menjalani hubungan, hingga sedikit demi sedikit Jayden berkat kerja kerasnya berhasil mengumpulkan uang.

Pada tanggal 22 May 2014 Jayden melamar Tiffany di tepi pantai Pudu, Kuala Lumpur.

Kemudian pada Maret tahun ini, mereka mengadakan sesi foto pernikahan di Taiwan.



Baru-baru ini mereka mengunggah foto keluarga dia Facebook.

Mereka menulis rasa syukur atas kebersamaan yang telah mereka lalui sambil mengenang masa saat keduanya berjuang dari "nol".


Dalam salah satu postingan Jayden menulis "Ketika aku berada di titik paling rendah dalam hidup, ketika aku membutukan dukungan dan motivasi, kau terus bersamaku, menderita bersamaku.

Aku berjanji, aku akan memberikan yang terbaik untukmu. Love you, my darling".

Saat ini, mereka memiliki usaha jual beli handphone dan tinggal di apartemen dan sejumlah kendaraan mewah.

Jumat, 11 November 2016

Mantap,Pematangsiantar Menjadi Kota Dengan Toleransi Beragama Terbaik Di Indonesia


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Berkembangnya isu-isu SARA, terutama mengenai kurangnya sikap toleransi beragama, semakin mencapai titik nadir di Indonesia. Hal ini sangat menyita perhatian masyarakat dan menjadi salah satu permasalahan yang cukup menyita perhatian pemerintah.

Sehubungan hal ini, setara Institute melakukan penelitian dan penilaian terhadap 94 kota di Indonesia dalam hal mempromosikan dan mempraktikkan toleransi beragama. Penelitian itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang dirayakan setiap 16 November.

Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani, mengatakan, penilaian ini bertujuan mempromosikan kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan mengembangkan toleransi (beragama) di wilayahnya masing-masing. 

Sehingga dapat menjadi pemicu bagi kota lainnya untuk turut bergegas mengikuti,membangun, dan mengembangkan toleransi beragama di wilayahnya," ujar Ismail Hasani dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin, 16 November 2015.

Penelitian yang dilakukan sejak Agustus hingga Oktober 2015 ini mengukur tingkat toleransi beragama dari masing-masing kota dari empat variabel utama, yakni regulasi pemerintah, tindakan pemerintah, regulasi sosial atau peristiwa dan juga demografi agama.

Penelitian juga dilakukan terhadap tindakan positif pemerintah kota dalam mempromosikan toleransi, baik yang tertuang dalam kebijakan, pernyataan resmi, respons atas peristiwa, maupun membangun budaya toleransi masyarakat," kata Ismail.

Ia menjelaskan, penelitian dilakukan untuk memeriksa seberapa besar kebebasan beragama yang dijamin di setiap daerah, mengingat masih banyaknya kasus pelanggaran kebebasan beragama yang ditemukan di Indonesia.
Semakin pemerintah tidak turun tangan untuk mengatasi suatu kasus toleransi, maka akan semakin tidak toleran kota tersebut.

Berikut peringkat tertinggi kota toleransi beragama:

1. Pematang Siantar
2. Salatiga
3. Singkawang
4. Manado
5. Tual
6. Sibolga
7. Ambon
8. Sorong
9. Pontianak
10. Palangkaraya

Sementara itu, berikut peringkat terbawah kota toleransi beragama:

1. Bogor
2. Bekasi
3. Banda Aceh
4. Tangerang
5. Depok
6. Bandung
7. Serang
8. Mataram
9. Sukabumi
10. Banjar dan Tasikmalaya


Kamis, 22 September 2016

Terjaring Razia Mobil Yang Di Tumpangi Istri KPU Binjai Ditemukan Narkoba Jenis Sabu Beserta Alat Hisap Bong di simpan Jok Mobil


Bandar Poker Online Terpercaya-Istri Ketua KPUD Kota Binjai dan empat orang rekannya terjaring razia yang dilakukan oleh personil kepolisian di Jalan Medan-Binjai tepatnya di Simpang Taman Megawati, Kamis (22/9). Mereka digelandang ke Polresta Binjai karena didalam mobil yang mereka tumpangi ditemukan sabu.

Dalam razia tersebut polisi menghentikan mobil jenis Honda Jazz nomor polisi BK 291 FG yang dikemudikan oleh Abu Hasan Hutasuhut. Mobil yang ditumpangi oleh istri Ketua KPUD Binjai tersebut informasinya adalah iring-iringan warga Binjai yang mau berunjuk rasa ke Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan. Namun saat diperika, polisi menemukan sabu beserta alat hisap yang disimpan dibawah jok mobil tersebut.

Untuk pemeriksaan, Abu Hasan seluruh penumpang di mobil tersebut dibawa ke Polresta Binjai guna dimintai keterangan.

Ada lima orang yang diperiksa, Namun belum satupun ditetapkan tersangka. Sebab mereka masih kita periksa intensif,” ujar Kapolres Binjai, AKPB Mohamad Rendra Salipu.

Ketua KPUD Binjai Heri Dani sendiri tidak membantah istrinya dimintai keterangan oleh polisi akibat temuan narkoba tersebut. Namun menurutnya, istrinya hanya menumpang pada mobil milik tetangga mereka tersebut. Ia mengaku tidak tau soal temuan narkoba oleh polisi.

Tidak tau saya, kan itu bukan mobil saya, itu mobil warga yang ikut demo juga, sayapun sekarang lagi di kantor,

Hingga saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap warga tersebut.


Senin, 25 Juli 2016

Oknum Polisi Dan Sat Pol PP Ditangkap Nyabu Di Rumah Bandar Sabu Alias Tama Warga Amir Hamzah

h

Bandar Dominoqq Online Terbesar-Tim Khusus (Timsus) polres Binjai berhasil menggerebak para pecandu narkoba yang akan menggelar pesta sabu. Salah satu dari tersangka adalah oknum Polisi Aipda Erwinsyah (50) warga Jalan T Amir Hamzah, Lingkungan 1, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara, Dirinya, bertugas di Sat Sabhara Polres Binjai ini. Penggerebekan ini terjadi Sabtu (23/7) sekira pukul 13.00 wib.

Informasi yang diperoleh, Selain mengamankan oknum polisi tersebut petugas juga meringkus sang bandar narkobanya, Aditya Pratama alias Tama warga Jalan T.Amir Hamzah, Gang Keluarga, 

Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara. Seorang PNS yang bertugas di Satpol PP Kota Binjai, Adi Syahputra (35) warga Jalan Cendana, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara. Juli Hamdani (31) dan Ade Irawan (34) keduanya warga Jalan T Amir Hamzah, Gang Keluarga, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara serta Juanda Kaban (29) warga Jalan T Amir Hamzah, Gang Rahayu, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara, yang ikut berpesta sabu.

Penangkapan ini pun berkat adanya info dari masyarakat yang mengatakan kalau di rumah sang bandar narkoba itu akan digelar pesta sabu. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian, dan menggerebek rumah tersebut. Dari tangan mereka Timsus Polres Binjai mengamankan 10 paket narkoba jenis sabu seberat 6,29 Gram, uang yang diduga hasil penjualan narkoba Rp 3,2 juta serta 2 mancis.

Kapolres Binjai AKBP MR Salipu SIk membenarkan, salah satu anggota Polisi Polres Binjai (Aipda Erwinsyah) ditangkap berpesta sabu. “Kita sangat menyesalkan tindakan Aipda Erwinsyah yang tidak mendukung program pemerintah, untuk memberantas peredaran narkoba,” kata AKBP MR Salipu.

Dijelaskannya, awalnya anggota Timsus menangkap anggota Sat Pol PP Kota Binjai, Adi Syahputra sedang membeli sabu di rumah Suratman alias Manbendel. Dari pengakuan PNS itu, berhasil 
diketahui bandar narkobanya adalah Tama yang sedang berpesta narkoba dengan Aipda Erwinsyah.

”Kemudian, anggota Timsus melakukan pengembangan sekaligus penggerebekan. Dari situlah mereka berhasil mengamankan Aipda Erwinsyah dan bandar narkoba serta 3 orang lainnya bersama barang bukti,” terang Kapolres. 

Minggu, 17 Juli 2016

China Pamerkan patung Raksasa KWAN KONG Ke Dunia


Bandar Dominoqq Online Terbesar-China akhirnya resmi pemerkan patung raksasa Kwah Kong atau Guan Yu di Hubei,Guan Yu adalah figur jendral perang legendaris yang terkenal karena kesetiaanya .

Patung setinggi 48 meter ini berdiri megah di atas kapal perangnya yang merangkap sebagai museum Kwan kong.

Di museum ini,para turis bisa membaca dan menonton kisah hidup Kwan Kong dan sebagai  kisah tiga kerjaan dimana Kwan Kong merupakan salah satu tokoh utamanya.

Patung raksasa  Kwan Kong atau Guan Yu ini di desain dengan konsep kebenaran dan keterangan sebagai intinya sebanyak 4000 besi di lem diatas patung yang seberat 1320 ton ini.

Patung Kwan Kong ini memegang golok "Naga Hijau" yang sudah sangat terkenal sebagai sejata utama nya.

Silahkan dilihat foto-foto Kwan Kong dibawah ini:





Sabtu, 18 Juni 2016

Kiprah Karir Tomy Winata: Dari Kuli Bangunan Hingga Bangkrut 5 Kali


Bwinqq Bandar Poker Online Terpercaya-Tomy Winata atau Yang akrab dengan sebutan TW, Membangun bisnisnya Dari usia Remaja. Lair di Jakarta dan dibesarkan di Pontianak dari keluarga yang boleh dikatakan kurang mampu, dirinya pernah sempat menghabiskan masa kanak-kanak di Gang Mangga Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pernah menjadi kuli, karir bisnisnya dimulai saat dirinya menjadi mandor pada proyek pembangunan barak militer. Dia mengaku sempat 5 kali mengalami kebangkrutan sebelum akhirnya membesarkan Grup Artha Graha, belakangan dia lebih suka menyebutnya Artha Graha Network yang menaungi ratusan anak dan cucu perusahaan.

Bisnisnya tersebar Dari properti, perbankan, perkebunan, sampai infrastruktur. Tak kurang Dari 830.000 orang mengantungkan hidup pada perusahaan yang dibangunnya.

Berikut penuturan TW soal kiprah bisnisnya, dalam beberapa kesempatan wawancara dengan detikFinance di Tambling Wildlife Natur Conservation (TWNC), sebuah kawasan konservasi Yang dibiayai lewat lembaga nirlabanya Artha Graha Peduli, Pekan lalu.

Awal mula jadi pengusaha bagaimana?
Saya pernah jadi kuli, tukang, kerja habisin proyek di Kalimantan barat, saya itu kerja awali proyek di Irian (Papua), saya kerja jadi pemegang saham, habis itu bangkrut, bikin lagi, bangkrut lagi, bangun bangkrut lagi, pulang ke Jakarta, kerja dikontrak lagi, bangkrut lagi, maju lagi, setelah itu saya jadi staf pernah, dan kemudian saya jadi mandiri.

Mengawali bisnis sampai Artha Graha bisa sebesar saat ini?
Saya 5 kali bangkrut, di Kalimantan Barat bangkrut, Papua bangkrut, di NTT saya bangkrut, di Jakarta saya bangkrut 2 kali, jadi yah sudah 5 kali saya bangkrut. Setiap bangkrut saya bangun lagi, dan saya hadapi sebagai pembelajaran.

Bukan gede, Artha Graha bisa sekarang dihargai orang karena ada kata-kata peduli. Kita peduli pada orang banyak, dari sekian juta orang banyak mungkin ada satu dua orang peduli dengan Artha Graha. Buktinya Anda saya undang mau datang kan, itu lah the power of Artha Graha. Kalau Anda nggak peduli, kan pasti mikir emang saya pikirin, yah itulah power Artha Graha, bisa sentuh setiap insan jadi peduli.

Prinsip atau kiat hidup Bapak?
satu saja, hidup harus manfaat bagi orang banyak, lingkungan juga. Dengan semakin banyak orang jadi filantropi, semakin besar proteksi untuk generasi depan lebih baik.

Banyak orang menilai negatif sosok Bapak?
Saya nggak pikirin, kalau semua orang pikir positif semua baru aneh, kalau ada yang bilang negatif tentang saya kan biasa. Itu saya nikmatin dan jadikan bahan koreksi buat saya. Kan saya katakan saya nggak selalu lakukan dengan benar, kan saya lakukan dengan sungguh dan kerja keras. Kalau benar nggak bisa saya klaim, karena saya juga manusia biasa yang bisa salah.

Tanggapi tudingan miring ke bapak?
Nggak apa-apa, nikmati saja. 

Dulu kan suka berantem?
Saya kira berantem buat mempertahankan hak, pertahankan hak anak kecil, mana ada anak kecil nggak berantem. Cuma karena nama saya Tomy Winata jadi seksi, atau kalau si Fulan atau si Otong, nggak seksi.

Kalau menurut bapak bisnis yang cocok buat anak muda sekarang? Naluri bisnis Bapak kan kuat?
Saya kira begini, apa pun bisnis baik, dan bisnis bisa survive tapi tekuni dong, jangan gampang menyerah. Tuhan kan sudah atur, nggak akan kasih cobaan lampaui kemampuan Dia.

Jangan juga pandai cari alasan buat gagal, kegagalan dinikmati dan maju lagi maju lagi. semua kegagalan awal dari orang sukses, dan pasti diyakini akan sampai pada titik yang baik. Harus lewati rintangan. Maka kita harus kuat hadapi kenyataan.

Ngeri… Dibulan Suci Ramadhan, 28 Orang Sedang Dugem Discotik & KTV Iguana Yang Berada Di Lantai V


Bwinqq Bandar Online Dominoqq Terbesar-Sungguh mengerikan, dibulan Suci Ramadhan ternyata masih ada saja para pengusaha yang bandal dan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Pihak Terkait.

Hal ini pula yang terjadi di Discotik dan KTV Iguana yang berada di lantai V Ramayana Pringgan, Jalan Iskandar Muda, Kec.Medan Petisah yang telah melanggar aturan yang beroperasi di Bulan Suci Ramadhan.


Mendapat informasi beroperasinya Diskotik dan KTV tersebut, petugas gabungan dari Polresta Medan pun langsung melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat), Kamis (16/6/2016) dini hari.

Razia ini dipimpin langsung Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Boy J.Situmorang yang didampingi Kasat Intel Poltesta Medan Kompol Harry Azhar beserta petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut yang dipimpin Bambang Rubianto serta Petugas Polisi Militer (PM).

Setiba dilokasi, terlihat beberapa pengunjung yang sedang asik dugem didalam KTV tersebut.


“Berani kalian di bulan puasa ini beroperasi,”ujar salah seorang petugas narkoba kepada salah satu pekerja Discotik dan KTV Iguana tersebut.

Petugas pun langsung memeriksa seluruh ruangan dari dalam Discotik dan KTV tersebut. Sedangkan 28 pengunjung yang terdiri dari 16 perempuan dan 12 laki laki turut diperiksa petugas dan di data petugas.


Kepada wartawan, Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Boy J.Situmorang mengatakan beberapa pengunjung yang terjaring razia itu hanya dilakukan pendataan.

“Kita disini hanya melakukan razia operasi pekat. Karena Discotik ini beroperasi dibulan suci Ramadhan, maka kita lakukan razia. Sedangkan pengunjung yang terjaring razia ini kita hanya melakukan pendataan dan kita suruh pulang kerumah masing masing. Sedangkan untuk barang bukti narkoba tidak ada kita amankan dari pengunjung maupun dari Discotik

Rabu, 15 Juni 2016

Pemilik sabu dalam saluran pipa air jaringan Freddy Budiman


Bwinqq Bandar Poker Online Terpercaya Dan Terbesar- Enam orang (sebelumnya ditulis tiga orang) ikut diamankan saat petugas BNN saat menggerebek rumah di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan Jakarta Utara, Selasa (14/6) petang kemarin, lantaran dijadikan pabrik sabu. Masing-masing tersangka berinisial HE,EN, ED, GN, DD, dan AK.

"Dari kelima tersangka ini, berdasarkan penyelidikan kami ternyata kasus ini melibatkan mantan Napi Lapas Cipinang berinisial AK. Dia ini bebas bersyarat. Dia (AK) ini tugas pengendali dan pemesanan narkotika," kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso, di BNN, Rabu (15/6).

Budi mengatakan, semasa AK berada di dalam Lapas Cipinang, tersangka ini memiliki kendali penuh terhadap penyelundupan sabu tersebut. Para pelaku masih terkait jaringan Freddy Budiman.

"Dari keenam tersangka yang ditangkap ini, ternyata mereka diketahui jaringan narkotika yang berhubungan langsung dengan pelaku Freddy Budiman. Walaupun dia sudah masuk daftar eksekusi mati. Tapi jaringan ini masih terus berjalan. Jadi inilah kehebatan jaringan ini," kata dia.

"Kita tidak mau menyentuh Freddy Budiman. Takutnya hukuman mati dia jadi ditunda. Jadi kita hentikan sampai jaringan ini saja," tutur dia.

Menurut dia kasus ini masih dalam pengembangan. Sehingga pihaknya berharap bantuan masyarakat untuk terus mengikuti kasus ini.

"Kami akan lakukan pengembangan kasus ini. Kita minta bantuan masyarakat untuk turut serta mengikuti perkembangan kasus ini," ujanya.

Atas perbuatan para tersangka tersebut, mereka terancam pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sebelumnya BNN menggerebek rumah dikawasan Rawa Bebek, Penjaringan Jakarta Utara,Selasa (14/6). Dalam penggerebekkan ini menyita 9 pipa baja yang didalamnya terdapat kurang lebih 40 kilogram sabu kristal. Setiap pipa tersebut berisi sabu yang diperkirakan sekitar 5 kilogram per pipa.

Isu Jokowi resah soal Ahok, Istana minta jangan ditanggapi serius


Bwinqq Bandar Dominoqq Online Terrpercaya-Politikus PDIP Adian Napitupulu mengklaim Presiden Jokowi resah karena calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju melalui jalur independen di Pilgub DKI 2017.

Kepala Staf Kepresidenan Tenten Masduki menyatakan pernyataan Adian tersebut tak perlu ditanggapi serius.

"Yang begitu itu nggak usah terlalu ditanggapi lah," kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/6). 

Teten menegaskan keputusan Ahok untuk maju melalui jalur perseorangan ataupun menggunakan kendaraan partai politik merupakan keputusan pribadi. Keputusan Ahok itu tak bisa diintervensi oleh siapapun termasuk Presiden. 

"Lewat partai atau independen itu pilihan Pak Ahok sendiri, tidak bisa dintervensi pihak lain," ujarnya. 

"Kita lihat saja nanti sikapnya Ahok dalam pilkada seperti apa."

Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan Jokowi bulan Mei lalu, Adian terkejut ketika Jokowi berbalik arah dan bertanya mengenai Basuki T Purnama alias Ahok. Seperti diketahui Ahok masih bersikeras maju independen di Pilgub DKI, meski partai-partai ingin mengusungnya. 

"Bagaimana Ahok menurut kamu?" kata Adian menirukan pertanyaan Jokowi. Ketua Bara JP, Sihol Manulang, yang ikut mendampingi menjawab terlebih dahulu, "Susah pak, sombong." Sementara saya mengatakan, "Terserah presiden dan partai," kata Adian. 

"Iya, Ahok susah dibilangin, sudah saya katakan berkali-kali, bagaimana ya," ungkap Adian mengutip kata-kata Jokowi.

Menurutnya, setelah itu masih ada beberapa kalimat terkait Ahok yang Jokowi sampaikan. Dia menangkap pesan adanya keinginan dari Jokowi agar Ahok tidak maju dari jalur perseorangan. 

Lalu, Adian kembali menyampaikan pendapatnya. "Untuk memenangkan Pilkada, Ahok bisa gunakan relawan tapi untuk membangun Jakarta, Ahok butuh DPRD dan DPRD bukan perwakilan relawan tapi wakil rakyat melalui partai dan untuk itu Ahok butuh kerendahan hati," jelasnya. 

Mantan aktivis itu pun menawarkan diri untuk bicara dengan Ahok. "Apa perlu saya yang bicara ke Ahok, pak?" tanya Adian ke Jokowi. Jokowi setuju dengan usulan tersebut. 

Adian lalu mengantar Jokowi sampai ke depan pintu mobil. Sembari masuk ke dalam kendaraan, menurut Adian, Jokowi kembali mengingatkan, "Kamu bicara sama Ahok ya".

Pada 7 Juni malam, Adian menghubungi Ahok dan menyampaikan semua yang disampaikan Jokowi. Tetapi dia tak membeberkan hasil pembicaraan tersebut. Adian sengaja menceritakan percakapannya dengan Jokowi karena semata-mata demi rakyat Jakarta.

"Cerita yang saya sampaikan di atas bisa saya pertanggungjawabkan dan tidak berangkat dari motivasi buruk. Rakyat perlu tahu bahwa benar Presiden Jokowi menyayangi Ahok, tapi Presiden Jokowi jauh lebih menyayangi rakyat Jakarta.

Senin, 13 Juni 2016

Hormati yang tak puasa! Yang Puasa Jangan Ngemis Minta dihormati


Bwinqq Bandarqq Online Terpercaya-Disekitar kita itu ada banyak orang yang tidak berpuasa. Ada yang memang tidak diwajibkan puasa(non muslim), ada juga yang terpaksa tidak berpuasa contoh orang sakit, wanita hamil, anak anak ,orang tua renta yang tidak mampu puasa, dll. 

Mereka butuh makanan, apa iya kita paksa mereka kudu nggak makan ? Egois itu namanya. yang dagang butuh uang untuk nyambung hidup keluarganya. 

Janganlah kita egois, ngemis ngemis minta dihormati. Puasa kok egois, puasa kok ngemis ngemis minta dihormati. Yang minta dihormati justru menjadi kurang terhormat. 

Kalau niat puasanya bener, makanan tak akan dapat mengganggu kekhusukan puasa.

Warung makan sekelas warteg hingga restoran, kerap menjadi sasaran aksi anarkis segelintir organisasi massa selama bulan Ramadan dengan dalih mengganggu orang yang berpuasa. 

Tempat-tempat makan tersebut seakan berubah makna sebagai sarang maksiat pada bulan suci umat Islam tersebut. Sebabnya, warteg maupun restoran--terutama yang tetap buka pada siang hari dianggap tak menghormati sekaligus mengganggu orang yang khusyuk berpuasa. 

Selain sebagai sasaran aksi perusakan, pramusaji warteg dan restoran juga mungkin harus siap-siap nganggur sebulan karena tempat kerjanya sering didesak untuk sementara tutup selama Ramadan. 

Namun, potret buram "dunia per-warteg-an dan restoran" itu tampaknya tak bakal lagi terjadi tahun ini. 

Kemungkinan tersebut terbuka setelah Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, memiliki penilaian sendiri mengenai persoalan ini. Menurut Lukman, pemilik tempat-tempat makan memiliki hak untuk tetap buka pada siang hari selama Ramadan. 

Selain itu, ia juga menilai tak hanya orang berpuasa yang harus diperhatikan dan dihormati. Orang yang tak berkewajiban atau lagi tidak berpuasa pun harus tetap dihormati. 

"Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa.

Sabtu, 11 Juni 2016

Ini Video Aksi Brutal Warga Habisi Terduga Penculik Anak di Jalan Binjai KM 12


Bwinqq Bandarqq Online Terpercaya-Perkembangan zaman yang kian pesat dewasa ini, ternyata tidak diikuti perbaikan kualitas mental masyarakat. Sebaliknya, dewasa ini, masih sangat banyak masyarakat yang tidak memiliki mentalitas yang kuat, alias kerap menjadi pengekor.

Entah berhubungan atau tidak, kondisi ini membuat kadar sensitifitas masyarakat semakin tinggi. Bahkan, banyak masyarakat yang menjadi sensitif pada hal-hal tertentu, yang bahkan kadang tidak mereka mengerti sama sekali. Kondisi ini kerap berujung pada terjadinya benturan. Warga diperhadapkan dengan kelompok lain di luar kelompok mereka, karena sesuatu yang sejatinya kurang mereka pahami.

Nah, peristiwa memilukan di Jalan Binjai Km 12, Jumat (10/06/2016) malam tadi, merupakan bukti dari kondisi ini. Betapa tidak, masyarakat bertindak brutal, menghakimi seorang pria yang tidak mereka kenal hingga tewas. Bahkan, banyak warga ikut-ikutan dalam aksi gila itu, karena termakan desas-desus adanya aksi penculikan yang bahkan belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Ironisnya,  aparat hukum, terkhusus polisi seolah tidak berdaya mencegah terjadinya aksi brutal massa. Ya, acap kali polisi hanya bisa menjadi ‘penonton’ dalam insiden semacam ini. Kalaupun polisi bisa hadir mencegah, umumnya, biasanya itu terjadi ketika kemarahan masyarakat telah mencapai puncak. Lalu, pertanda apakah ini? Apakah karakteristik masyarakat kita telah berubah? Apakah memang aksi anarkis ala hukum  rimba sudah menjadi solusi atas problematika kehidupan masyarakat? Wallahualam. Berikut video aksi brutal massa tersebut kami sajikan untuk Anda