Rabu, 13 Desember 2017

Tidak Puas Dengan Hasil Jual Ayam Tukimin Malah Jual Si Putih



Bwinqq Dominoqq Tepercaya - Tampaknya penghasilan dari dagang ayam ini memeng tidak memuaskan hasil bagi Tukimin. Pria yang berusia 29 tahun itu pun juga nekat sekali menjual narkotika jenis sabu di sekitaran rumahnya, Gang Manunggal, Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara.

Petugas Unit Sat Resnarkoba Polres Siantar ‘mencium’ bisnis haram Tukimin dan melakukan penyelidikan. Hingga pada hari Selasa (12/12) malam, Tukimin berhasil diringkus dari rumahnya.

Kasat Resnarkoba Polres Siantar, AKP Mulyadi menjelaskan, dari hasil penangkapan itu, anggotanya juga kabarnya berhasil mengamankan 28 paket sabu. “Dari dalam lemari kamar tersangka juga ditemukan 18 paket, dari selipan dinding kamar 6 paket dan juga 3 paket lagi dari plastik. Total berat 6,50 gram,” kata Mulyadi, pada hari Rabu (13/12) pagi.

Saat sedang dilakukan penangkapan, Tukimin tak dapat berkutik. Dia cuma bisa pasrah dibawa ke Mapolres Siantar untuk bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Gak ada perlawanan. Dia juga mengakui kalau barang itu memang miliknya,” ujarnya

Untuk proses hukum, sambung Mulyadi, Ucok juga dijerat Pasal 114 subs 112 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman selama 5 tahun kurungan penjara.

Selasa, 12 Desember 2017

Di Temukan Mayat Bayi Perempuan Di Dalam Goni Membuat Heboh Warga Aek Ledong


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Masyarakat Dusun 5, Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong, Asahan mendadak membuat heboh para warga. Karena, warga sekitar kabarnya menemukan jenazah bayi perempuan yang saat itu diduga sengaja dibuang oleh orangtuanya, karena hasil hubungan gelap, Pada hari selasa (12/12) jam 17.20 wib.

Informasi yang sudah diperoleh, bayi yang saat itu diperkirakan sudah terkubur selama 4 jam ini pertama sekali ditemukan oleh seorang warga bernama Juki, seorang pekerja kebun yang tengah sedang menyemprot rumput.

Saat itu, Juki juga sudah mulai curiga karena melihat jejak kaki. Karena penasaran, Juki langsung saja mengikuti jejak tersebut sampai ke gundukan tanah. Juki kemudian mencongkel gundukan tanah tersebut dan saat ini juga langsung terlihat bungkusan goni.

Menemukan goni yang sangat mencurigakan, Juki kemudian langsung segera memanggil temannya untuk membongkar gundukan tersebut. Alangkah terkejutnya mereka setelah goni tersebut dibuka, ternyata di dalamnya ada sesosok jenazah bayi berkelamin perempuan.

Juki dan juga bersama dengan temannya kemudian langsung melaporkan temuan jenazah bayi ini kepada warga yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Pulau Raja.

Kapolsek Pulau Raja, AKP Hotler Pardosi, yang juga dikonfirmasi membenarkan temuan bayi dalam keadaan sudah tidak bernafas lagi terkubur di areal kompleks pemakaman umum di desa tersebut. Saat ditemukan warga dengan kondisi sudah tidak bernyawa dan juga sudah terbungkus dalam goni.

“Setelah sudah mendapatkan informasi dari warga selanjutnya Unit Reskrim Polsek Pulau Raja dibantu oleh dengan tim forensik Polres Asahan melakukan olah TKP dan juga melakukan evakuasi jenazah bayi tersebut ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran,” jelasnya.

Sabtu, 09 Desember 2017

Polisi Hantam Siswa SMA Methodist 2 Medan Hingga Masuk Rumah sakit


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Heboh di lini masa media sosial, para siswa Methodist 2 Medan mengambil keputusan dengan cara membentak personel lalu-lintas, bahkan juga sampai mengucapkan kata-kata yang tak pantas di Jalan Thamrin Medan, pada hari Kamis (7/12/2017).

Hal ini disinyalir lantaran personel polisi tersebut sempat memukul satu di antara siswa hingga sampai rumah sakit.

Wakil II Kepala Sekolah Methodist 2 Medan, Bob Saragi juga sudah mengatakan bahwa peristiwa ini sudah dilaporkan ke Propam.

"Kami juga sudah melaporkan hal tersebut kepada propam, semoga dengan peristiwa ini bisa saja menjadi sebuah pelajaran. Semua diselesaikan secara kekeluargaan saja, siswa yang bersangkutan saat ini masih di berada di rumah sakit akibat di pukul hingga pingsan," ujarnya, Jumat (8/12/2017).

Informasi yang di dapatkan mengatakan bahwa siswa yang menjadi korban tersebut sedang berboncengan dengan seorang temannya dengan tidak menggunakan pelindung kepala.

Polisi berpangkat Bripka tersebut langsung menghentikan kedua siswa tersebut dengan cara  menendang motor miliki siswa tersebut hingga jatuh dan juga di pukul dan di tendang.

Dari kejadian itu, siswa yang berada di sekitar langsung mengelilingi polisi tersebut dihitung ada sebanyak ratusan siswa yang mengepung polisi tersebut, langsung memaki - maki polisi tersebut dengan kata K**T*L kepada polisi tersebut

Salah satu siswa mengatakan: 'Woi polisi K**T*L, ganti kau'

Terdapat juga seorang siswa yang sangat marah dan memiliki wajah yang sadis karena temannya di pukulin oleh polisi tersebut.
 Photo

Jumat, 08 Desember 2017

Bandar Sabu Pantai Cermin Sangat Cengeng Sekali Di Dor Minta Ampun Ampun



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Effendi atau biasa yang sering dipanggil Fendi (47) warga Dusun 3, Desa Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Cengeng minta ampun-ampun kesakitan, saat peluru yang dikeluarkan dari paha kanannya, di rumah sakit, pada hari jumat sore tadi.

Pria yang sudah berprofesi sebagai bandar sabu itu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas personel Sat Narkoba Polres Sergai ketika mencoba untuk kabur lewat pintu mobil, pada hari jumat (8/12/2017) sekira jam 15.00 wib.

Dari penangkapan Bandar sabu Pantai Cermin itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 paket sabu dengan berat 2,5 gram, 1 timbangan elektrik, 4 mancis, 8 pipet plastik, 3 dot plastik di dalam kaleng biscuit dan uang senilai Rp 300 ribu.

Informasi yang sudah diperoleh, tertangkapnya mantan residivis itu juga berawal dari laporan masyarakat. Kapolres Sergai, AKBP Eko Suprihanto, yang juga menerima laporan itu segera langsung memerintahkan Kasat Narkoba, AKP Ras Maju Tarigan, untuk segera melakukan penyelidikan.

Setibanya di rumah tersangka, tim Sat Narkoba langsung melakukan pengintaian ke dalam rumah. Melihat targetnya juga sedang berada di dalam rumah, petugas langsung saja melakukan penggrebekan dan juga berhasil meringkus Fendi.

Setelah sudah dilakukan penggeledahan, polisi kemudian menemukan sabu dalam kaleng biscuit yang sudah diletakkan di belakang rumah. Selanjutnya, Fendi juga digelandang ke Mapolres Sergai dengan menggunakan mobil.

Namun, ketika hendak segera dibawa, Fendi juga langsung berusaha kabur dengan cara membuka pintu mobil. Alhasil, polisi juga sempat mengambil tindakan tegas dengan cara menembak kakinya hingga jatuh tersungkur.

“Saat ditangkap, tersangka langsung mencoba kabur dengan cara keluar dari pintu mobil, sehingga petugas langsung segera mengambil tindakan tegas dengan "DOR" kakinya,” sebut Kapolres.

Selanjutnya, Fendi langsung di bawa ke RSUD Sergai untuk segera mendapat perawatan medis dengan mengeluarkan peluru dari kakinya.

Diakui oleh Fendi, bahwa dia juga sudah beberapa kali keluar masuk penjara dalam kasus narkoba. Menurutnya penjualan sabu langsung dilakukannya dalam rumah dengan cara pembeli datang untuk memesan sabu.

“Biasanya pembeli langsung datang ke rumah, tadi aku langsung pikir pembeli, rupanya polisi yang langsung datang,” akunya.

Kamis, 07 Desember 2017

Gara Gara Ketakutan Nur Menyerahkan Sabu Kepada Petugas


Bwinqq Dominoqq Tepercaya - Nur gadis yang berumur 30 tahun yang berasal dari Medan. Kemarin (6/12) siang, penumpang Wings Air nomor penerbangan IW 1262 tujuan Nias itu berhasil dibekuk di Bandara Kualanamu medan. Itu dikarenakan ia ketahuan menyimpan sabu di ponselnya.

Temuan sabu ini juga terjadi pada pukul 10.30 WIB. Info yang dihimpun dari lokasi peristiwa menyebut, bahwa temuan sabu itu berawal dari kecurigaan salah satu security bandara yang saat ini melihat Nur seperti orang yang sedang ketakutan saat berjalan menuju Security Chek Point (SCP) I untuk menjalani pemeriksaan seperti halnya dengan para penumpang lainnya. Berdasarkan dengan kecurigaan itu, petugas pun secara langsung mendatangi Nur dan juga langsung menanyakan soal wajahnya yang pucat itu.

Nur yang saat ini sudah merasakan ketakutan langsung menyerahkan dua plastik klip transparan yang berisi diduga sabu seberat 0,7 gram kepada petugas tersebut. Selanjutnya Nurainun dan juga barang bukti langsung dibawa ke Security Building Bandara Kualanamu .Untuk segera melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut lagi, Nur serta juga dengan barang bukti diduga sabu langsung diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Manajer Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto juga membenarkan diamankannya Nurainun. “Saat sedang menjalani pemeriksaan di SCP I, Nur yang merasa sangat ketakutan itu langsung saja menyerahkan sabu yang sudah diselipkan di cashing handphone yang dibawanya,” kata Wisnu.

Lanjut Wisnu, Nurainun serta juga barang bukti yang diduga sabu diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deliserdang untuk segera proses hukum lebih lanjut lagi.

Selain mengamankan Nur serta juga dengan barang bukti itu juga diduga sabu, petugas juga mengamankan dua teman Nur masing-masing Wil dan juga RS ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Kasat Reserse Narkoba Polres Deliserdang AKP Erwin Tito juga membenarkan diamankannya Nur serta juga bersama dengan dua temannya. “Ketiganya sampai sekarng ini masih kita periksa untuk dilakukan pengembangan,” tegasnya.

Rabu, 06 Desember 2017

Penangkapan Bandar Narkoba Kelas Kakap Di Hebohkan Di Kawasan Merdeka Walk Polisi Habiskan Peluru



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Saat ini suasana di Jalan Bukit Barisan yang berada di kawasan Merdeka Walk Medan mendadak membuat heboh para warga jelang Rabu (6/12/2017) dinihari kemarin, ketika Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut mengamankan seorang pria yang terduga Bandar narkoba kelas kakap.

Sebagian dari belasan petugas kepolisian juga sudah berkali-kali melepas tembakan habiskan peluruh sedangkan Bandar masih berada didalam mobil, tentu saja membuat para pengendara yang sedang melintas di seputaran kawasan yang sedang berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Medan itu juga pastinya sempat membuat ketakutan saat mendengarnya.

Dalam video yang sudah dilihat, pada hari Rabu (6/12/2017), terlihat sangat begitu personel polisi yang sudah dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Hilman Wijaya, juga sudah melepaskan tembakan ke udara saat ingin menghentikan sebuah mobil yang berwarna hitam jenis Avanza, nomor plat BK 1674 KD.

“Polisi, polisi, turun, turun,” ucap seorang petugas yang sembari melepas tembakan ke udara. Beberapa petugas lain terlihat juga sedang menghabiskan peluru, sehingga juga diduga, akibat letusan senjata itu, para terduga yang akan ditangkap pun merasa sangat takut untuk keluar dari mobil.

Petugas kemudian langsung segera membuka pintu mobil Avanza hitam, itu sembari memaksa penumpangnya untuk segera cepat keluar.

Berdasarkan dengan keterangan dari Kapoldasu pada konferensi pers, pada hari Rabu (6/12/2017), dari tersangka yang sudah diamankan di seputaran Merdeka Walk, disita sabu-sabu seberat 10 kg dari salah satu pelaku yang bernama Suyono (44)



Selasa, 05 Desember 2017

Pesan Sabu Di Dalam Lapas Togiman Dituntut Hukuman Mati



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Togiman atau yang biasa sering dipanggil Toge, salah satu dari lima terdakwa komplotan dalam pengiriman narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram yang sudah dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Tanjunggusta Medan, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat ini dituntut akan menjalani hukuman mati.

Dalam pembacaan tuntutan untuk terpidana mati itu sudah dibacakan JPU di Ruang Sidang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan yang sudah berlangsung pada hari Selasa (5/12/2017).

"Hal yang memberatkan hukuman terhadap terdakwa Togiman karena sebelumnya juga telah mendapatkan hukuman mati," kata JPU Dewi.

Selain itu, JPU juga sudah menuntut empat terdakwa yang merupakan komplotan Toge yaitu Thomson Hutabarat, Abdul alias Edo, Wagimun, dan juga dengan Sugiarto yaitu dengan menjalani hukuman penjara seumur hidup.

"Meminta agar majelis hakim yang sudah memeriksa dan juga mengadili perkara ini menyatakan bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan juga meyakinkan bersalah memiliki dan juga menguasai narkotika gologang IA bukan tanaman dengan jumlah yang lebih dari 5 gram,” jelas Dewi

Pemberian tuntutan hukuman itu juga didasari atas perbuatan para terdakwa yang sudah melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Perkara ini juga berawal saat Abdul, Wagimun, dan juga Sugiarto yang sudah diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jalan Gatot Suboroto, Medan, tak jauh lagi dari pool bus Kurnia, Minggu (14/5/2017).

Untuk bisa mengelabui petugas BNN, para terdakwa juga terdapat menyimpan sabu asal Malaysia itu didalam kotak fiber pendingin ikan yang berwarna biru. Benda itu kemudian langsung segera dibawa dengan menggunakan mobil pick-p Mitshubisi BK 9615 CM.

Namun, baru hanya berjalan sekitar 3 meter bergerak dari pool bus Kurnia, mobil pick-up itu langsung dihentikan oleh petugas BNN dan lalu melakukan pemerikaan dan juga di temukan 25 bungkus plastik serbuk kristal putih. Setelah sudah dilakukan pengecekan di laboratorium BNN, serbuk kristal putih itu dipastikan bahwa merupakan narkotika jenis sabu-sabu.

Setelah sudah dilakukan pengembangan ternyata sabu yang sudah ditemukan itu merupakan pesanan Togiman dari dalam Lapas Tanjunggusta.

Sementara itu Thomson Hutabarat yang juga merupakan seorang narapidana narkotika di Lapas Tanjung Gusta Medan, berperan untuk mencari pembeli sabu itu. Menggunakan kode '68', Togiman dan juga dengan Thomson menggunakan handphone berkomunikasi dengan kurirnya.

Di saat ketiga kaki tangannya sudah ditangkap, Togiman juga terus mencoba untuk menelpon mereka. Namun tidak diangkat oleh kurirnya, sehingga Togiman mulai curiga setelah itu Togiman dan juga Thomson secara langusng menghancurkan handphone dan sim card yang sedang mereka pakai, kemudian langsung membuangnya ke dalam tong sampah di Lapas Tanjunggusta Medan.