Selasa, 22 Mei 2018

Ibu Tiri Tega Siksa Bocah 4 Tahun Sampai Patah Tulang Hingga Sering Berbicara Sendiri



Dominoqq Terpercaya 2018 - Kasus kekejaman orang tua terhadap anak saat ini kembali terjadi lagi di Kota Medan.

Seorang anak kecil yang disiksa oleh ibunya tirinya hingga tulangnya patah. Selain itu, sang anak juga diduga mengalami trauma psikologis. Menurut informasi mengenai penganiayaan anak ini diceritakan oleh sang bibi si anak malang itu, Dwi Erni Sembiring di Facebooknya yang saat ini sudah viral.

Menurutnya, si keponakan mengalamai patah tulang, bibir pecah, punggung dan perut biru biru, kepala bocor, pelipis lecet dan juga ditemukan banyak bekas lebam di bagian vital anak ini.

“Selama ini aku sudah diam. Kau mau jungkir balik sama bapak anak itu, bukan urusanku.

Dulu kau juga sempat buat keponakanku begini, Tapi aku diamkan karena bapaknya sendiri yg bilang ga akan diulangi.

Tapi sekarang apa, kau buat lagi begini malah lebih parah dari yg pertama kali kau lakukan itu.

Kau perempuan, nanti kau juga akan punya anak. Walau dia anak tirimu, tapi ga pantas kau perlakukan dia begini.

Masih kecil dia, masih umur 4thn. Sebandel apa anak seumur itu maka bisa kau buat sampai hancur begitu?

Asal kau tau yah, anak yg kau hajar itu bukan hanya sakit fisik tapi juga sakit psikis juga. Untuk tutup mata mau tidur aja sudah ga berani dia kau buat, ngoceh sendiri, berdiri disudut sudut rumah, ketawa pun ga ma lagi, sudah rusak kau buat psikisnya..!!

Menurut sang bibi,  Dwi Erni Sembiring, kasus ini sudah mereka laporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ia pun mengaku bahwa sudah ada banyak sekali mendapat dukungan untuk memperjuangkan nasib si anak.

“Kau tunggu aja... Kau pilih menyerahkam dirimu sendiri atau kau tetap sembunyi..,” tambahnya lagi.

Menurutnya, anak malang itu sekarang sedang berada di Kabanjahe, Tanah Karo, bersama bibinya yang lain.

"Saat ini keponakan saya benar-benar sangat tertekan sekali sampai dia tidak mau berbicara, raut wajahnya raut ketakutan, suka ngomong sendiri dan tidak ada tawa sama sekali. Tadi saya sempat videocall dengan dia, dia yg biasanya dia ceria dan mau bicara, sekarang berubah 180 derajat," ujarnya.

Senin, 21 Mei 2018

Dikibus Oleh Warga 3 Penyabu Terciduk Dan Ditemukan 1 Paket Sabu


Dominoqq Terpercaya 2018 - Surya Darma (37) warga Dusun I, Desa Naga Lawan, Ria Syaputra (20) warga Dusun 1, Desa Lubuk Bayas dan Fadila (20) warga Dusun 2, Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, ditangkap personel Sat Narkoba Polres Sergai, Senin (21/5/2018) sekira jam 01.00 wib

Mereka ditangkap usai membeli 1 paket sabu di kawasan Dusun 1, Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Dari penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti 1 paket sedang sabu.

Penangkapan ketiga warga Kecamatan Perbaungan tersebut setelah polisi mendapat informasi dari warga. Berdasarkan infor itu, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

Personel Sat Narkoba Polres Sergai langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dan melihat ketiganya sedang berada di Dusun 1. Tanpa basa-basi mereka langsung diamankan. Saat digeledah, polisi menemukan 1 paket sabu dari tangan salah satu tersangka.

Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasubag Humas Polres Sergai AKP Nelly membenarkan penangkapan 3 warga Perbaungan seusai membeli sabu itu.

“Ketiganya ditangkap kedapatan menyimpan satu paket sedang sabu,” terang AKP Nelly.

Minggu, 20 Mei 2018

Dosen USU Himma Lubis Sempat Pingsan Saat Kabid Humas Poldasu Nyatakan Resmi Ditahan


Dominoqq Terpercaya 2018 - Sehari pasca dijemput dari kediamannya, Himma Dewiyana Lubis (45), akhirnya resmi ditahan Subdit II/Cybercrime Ditreskrimsus Poldasu, Minggu (20/5/2018) sore.

Himma, resmi ditahan Minggu (20/5/2018) pagi, setelah dicecar sejumlah pertanyaan terkait postingannya di akun Facebook Himma Dewiyana, yang diduga menyampaikan ujaran kebencian.

Kabid Humas Poldasu, AKBP Tatan Dirsan, mengatakan, Himma Dewiyana Lubis, sudah dilakukan penahannya.

“Dan ini surat penahanan sudah kita terima,” kata AKBP Tatan Dirsan, Minggu (20/5/2018).

Himma Dewiyana Lubis merupakan dosen ilmu perpustakaan USU, dijemput paksa dari rumahnya di Jalan Melinjo II, Komplek Johor Permai, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (19/5/2018).

Sabtu, 19 Mei 2018

Tempat Hiburan Malam The Hunter Dapat Peringatan Dari Polsek Helvetia


Dominoqq Terpercaya 2018 - Demi menjaga kekhusyukan umat Islam dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, personel Polsek Helvetia terus menggelar razia malam, Sabtu (19/5/2018) jam 22.00 Wib. Sasaran razia kali ini adalah lokasi hiburan malam yang terletak di wilayah hukum Polsek Helvetia yang dipimpin langsung Kapolsek Kompol Hj Trila Murni.

Personel dari Unit Reskrim, Intelkam, Lantas hingga Provost menyambangi lokasi Grand D’Blues di Jalan Kapten Muslim Komplek Megacom. Di sana petugas mendapati lokasi hiburan tersebut tutup.Masih di Jalan Kapten Muslim, petugas mengarah ke D’Blues, di Komplek Plaza Millenium. Lokasi hiburan itu juga sepi, karena memang tidak dibuka.

Selanjutnya, petugas mengarah ke The Hunter yang juga berada di Jalan Kapten Muslim. Tiba di sana, petugas mendapati lokasi hiburan tersebut buka dan menerima tamu. Namun, Kompol Trila Murni yang memimpin razia hanya memberi peringatan terhadap pengelola agar mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Dari tiga lokasi, hanya satu yang buka. Kita sudah memberi himbauan kepada pengelola agar di perhatikan ketentuan-kentuan Perda Kota Medan serta himbauan-himbauan yang telah di sepakati,” terang Kompol Trila.

Dikatakan mantan Wakapolsek Sunggal itu, kegiatan razia itu juga dilakukan atas perintah Kapolrestabes Medan dan sesuai Perda Kota Medan.

“Sebelumnya sudah disepakati agar menjaga kesucian Bulan Ramadhan dan menjaga hal-hal yang tidak di inginkan. Diharapkan dengan kegiatan ini, kita terus menjaga kekondusifan Kota Medan khususnya Kecamatan Medan Helvetia,” pungkasnya.

Rabu, 16 Mei 2018

Sumut Di Ancam Melalui Facebook Dengan Ancaman Bom Di Gereja


Dominoqq Terpercaya 2018 - Polisi masih memburu pemilik akun Facebook yang menebar ancaman akan membom 3 gereja di Sumatera Utara. Ancaman tersebut dilaporkan seorang pendeta ke Mapolrestabes Medan, Selasa (15/5/2018). Informasi yang diperoleh, hingga Rabu (16/5/2018), polisi masih menyelidiki motif pengancaman itu, sekaligus mengejar keberadaan pemilik akun Facebook penyebar teror itu

Pengancaman itu diketahui dilaporkan Preddi Nainggolan (38), sebagai seorang pendeta di Gereja Pentakosta Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, terhadap ‘Cintaiaq Apa Adanya’.

Dalam laporannya yang tertuang dengan nomor STPL/968/V/2018/Restabes Medan, warga Jalan Sederhana, Dusun X Raya, Desa Sambirejo Tembung itu melaporkan pemilik akun ’Cintaiaq Apa Adanya’ karena menulis di dinding akun Facebooknya mengenai 3 nama daftar gereja yang akan di Bom.

Dalam postingan itu, akun tersebut menulis 3 gereja yang berada di Sumatera Utara yakni; Gereja Pentakosta di Tembung, Gereja Katolik St Maria di Marelan, serta Gereja HKBP di Tarutung. Dari laporan itu, terduga pengancam ditetapkan dengan sangkaan ancaman undang-undang ITE.

Sayangnya, terkait aksi teror pemilik akun facebook dan laporan korban hingga Rabu (16/5/2018) malam, pihak Polrestabes Medan belum memberi keterangannya lebih jauh mengenai hasil penyelidikan.

Bahkan, ketika dihubungi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira belum bisa menjawab konfirmasi yang disampaikan wartawan.

Senin, 14 Mei 2018

Terciduk Kantongi 2 Butir Pil Ekstasi Fauzi Ditangkap Di Ringroad


Dominoqq Terpercaya 2018 - Fauzi (29), warga Bajak V, Kecamatan Medan Amplas ditangkap petugas unit Sat Narkoba Polrestabes Medan di Jalan Gagak Hitam Ringroad, Minggu (13/5/2018) kemarin. Info yang diterima Senin (14/5/2018) siang, tersangka diamankan dengan barang bukti 2 pil ekstasi yang diduga hendak diedarkan.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, tersangka diciduk berdasarkan dari laporan masyarakat.

“Belum lama ini kita menerima laporan dari masyarakat yang menyebutkan, bahwa ada seorang pengedar pil ekstasi sering mangkal di Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Medan Sunggal,” ujarnya.

Petugas yang mendapat info tersebut langsung melakukan penyelidikan di lokasi. Setelah melihat pria dengan ciri-ciri sesuai info, petugas langsung melakukan penggeledahan.

“Anggota kita langsung menciduk Fauzi yang saat itu sedang berdiri di pinggir jalan. Saat dilakukan penggeledahan, dari saku celana kiri bagian depan tersangka ditemukan plastik klip berisi 2 butir pil ekstasi warna merah maron,” ucapnya.

Selanjutnya, Fauzi berikut barang bukti kita boyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif. Akibat perbuatannya, dikenakan UU No.35 tahun 2009 tentang natkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, pungkasnya.

Sabtu, 12 Mei 2018

Hanya Beberapa Warga Masih Tidak Setuju Dengan Pelebaran Jalan Brastagi-Kabanjahe


Dominoqq Terpercaya 2018 - Merespons keinginan masyarakat tentang pelebaran jalan tahap II, mulai dari Desa Sumbul hingga simpang Ujung Aji Berastagi, Bupati Terkelin Brahmana, meninjau lokasi kawasan pelebaran Jalan Kabanjahe-Berastagi, Kabupaten Karo.

Didampingi oleh Sekda Pemkab Karo Kamperas Terkelin Purba, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Kepala Dinas PUPR Paten Purba, Camat Berastagi Mirton Ketaren, Kepala Desa Rumah Berastagi Saiman Ginting dan Kepala Dusun Desa Raya Amos Ketaren, Bupati Karo menegaskan akan dilakukan pengukuran.

“Setelah dilakukan pengukuran dan pematokan dari Desa Simpang Ujung Aji, saya mengharapkan para OPD merapatkan barisan dan segera koordinasikan apa kendala dan hambatan supaya ada solusi. Dan tahun 2018 ini berjalan sesuai program yang ditargetkan pemerintah,” kata Terkelin Brahmana.

Disebutkannya, apa yang sudah dilakukan pada tahap I pelebaran Jalan Kabanjahe-Sumbul, tetap sama lebar jalan yang dibangun, dari tengah badan jalan masing-masing, kiri-kanan jalan terkena 11 meter yang akan dikorek, sehingga total lebar jalan 22 meter.

Dalam peninjauan lokasi itu, Bupati Karo menyaksikan pemasangan 10 titik patok. Sementara Sekda Pemkab Karo Kamperas Terkelin Purba menjelaskan, pengukuran yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari Balai Besar Medan.

“Untuk tahap II, supaya Pemkab Karo segera lakukan pengukuran dan buatkan patoknya. Kita instruksikan ke Kepala PUPR dan Camat Berastagi agar menyiapkan alat ukur, patok, dan pilok cat untuk perdana pematokan. Sebagai tanda budaya malu bagi masyarakat jika ada yang belum mendukung program pemerintah,” ujar Kamperas.

Ditambahkannya, Kepala PUPR bersama Camat Berastagi segera lakukan pendataan terkait pagar dan rumah warga yang terkena pelebaran jalan.

“Apa yang dibutuhkan supaya disiapkan, karena banyak masukan dan permintaan warga agar perbaikan jembatan dan pagarnya, mereka yang kerjakan. Nah, untuk itu siapkan datanya, selanjutnya akan kita ajukan anggarannya di P-APBD Karo untuk percepatan,” pungkas Sekda Pemkab Karo.

Kepala Dinas PUPR Paten Purba mengatakan, untuk pendataan seperti penjelasan Sekda Pemkab Karo, akan dilakukan pekan depan.

“Hari Senin saya pastikan sudah kita mulai kumpulkan data terkait pagar dan jembatan rumah warga yang terkena pelebaran,” ujar Paten Purba.

Camat Berastagi Mirton Ketaren mengakui masih ada warga di Desa Raya maupun di Desa Rumah Berastagi yang belum setuju pelebaran jalan.

“Padahal sudah kita sosialisasikan sebelumnya kepada pemilik tanah dan rumah yang terkena pelebaran. Jadi semuanya ada berkisar 40 orang lagi belum setuju,” ujar Mirton.

Disebutkannya, alasan warga belum setuju, karena pemilik tanah, bangunan, tidak berdomisili di Desa Raya maupun di Desa Rumah Berastagi. “Hal inilah kendala sebenarnya di lapangan,” pungkas Mirton.