Senin, 30 April 2018

Natanael Hampir Tewas Dipukul Pakai Pelepah Sawit Dibagian Kepala


Dominoqq Terpercaya 2018 - Natanael alias Nasib Manurung (22), seorang petani warga Huta Titi Beton, Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Sumalungun nyaris tewas setelah kepalanya dipukuli pakai pelepah sawit oleh sekawanan pemabok di sebuah lapo tuak milik Kak Juli, Sabtu (28/4) sekira pukul 22.00 Wib.

Salah seorang saksi kejadian, bermarga Purba, warga Nabolak Baru Kecamatan Hatonduhan, menyebut, bahwa Natanael dipukul menggunakan alat sejenis pelepah kelapa sawit.

“Saat itu dia (Natanael) sampai berdarah-darah dianiaya tiga lelaki yang masih se-kampung dengannya,” jelas Purba kepada Siantar 24 Jam, Minggu (29/4/2018).

Ke tiga pelaku diketahui berinisial TS (18), GS (30) dan MS (30). Sementara itu, sejauh ini, korban masih dirawat di RSUD dr Djasamen Saragih Kota Siantar akibat luka yang dia alami. Tak terima atas perbuatan ketiga pelaku, abang korban, Henri Manurung (40), warga Huta II Rondang, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun melaporkan kejadian yang dialami adiknya ke Mako Polsekta Tanah Jawa.

“Kami tidak terima, mereka memukul bagian kepala dan kening adikku menggunakan pelepah kelapa sawit kering sampai koyak dan mengalami pendarahan,” kata henry.

Terkait peristiwa penganiayaan beramai-ramai ini, Kapolsekta Tanah Jawa, Kompol M Silaen, Minggu (29/4/2018), belum bisa dihubungi lantaran ponselnya tak aktif.

Minggu, 29 April 2018

Jelang Mayday Sekitar 1000 Buruh Akan Lakukan Aksi Di Hari Buruh Sedunia


Dominoqq Terpercaya 2018 - Seribuan buruh dikabarkan akan melakukan aksi demo pada (1/5/2018) nanti. Sebagai bentuk untuk memperingati hari buruh sedunia atau Mayday yang akan jatuh pada tanggal 1 Mei.Ketua DPP Serikat Pekerja Indonesia (SPI) sekaligus koordinator aksi Gerakan rakyat melawan Sumatera Utara, Amien Basri mengatakan aksi akan dilakukan selama 2 hari pada tanggal 1-2 Mei 2018.

"Pada hari pertama Mayday kita hanya akan melakukan orasi dari titik kumpul di Istana Maimoon longmarch menuju Lapangan Merdeka Medan," kata Amien melalui sambungan telepon seluler, Minggu (29/4/2018).

"Selanjutnya hari kedua kita juga akan melakukan longmarch dengan titik kumpul dari bundaran nol kilometer didepan Kantor Pos Pusat Medan menuju, Bundaran Majestik dan berakhir di Gedung DPRD Sumut," tambahnya.

Amien mengatakan akan ada seribu orang massa yang terdiri dari, SPI, SBSI-92 Kota Medan, SPMS, FPBI, SPRIN, PPMI Kota Medan, PSTP Belawan, LBH Medan, KONTRAS Sumut, PBHI Sumut, BAKUMSU, BITRA Indonesia, ASB, FITRA Sumut, WALHI, LIRA, HMI UMSU, HMI FISIP USU, SMI Medan dan GMNI Graha Kirana.

"Tuntutan kami minta Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing. Kami menolak karena adanya tenaga kerja asing berpotensi bisa memecah belah tenaga kerja lokal. Terlebih tenaga kerja asing upahnya lebih besar dibandingkan tenaga kerja lokal," ungkap Amien.

Amien menjelaskan bahwa dulunya tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Indonesia diwajibkan harus bisa berbahasa Indonesia. Tapi saat ini banyak perusahaan yang memberikan kesempatan lebih besar kepada tenaga kerja asing.

"Kita menolak pekerja asing yang statusnya buruh kasar seperti kami. Karena sebelumnya kan lebih banyak pekerja luar yang diterima karena mempunyai skill dan kemampuan jauh diatas rata-rata warga Indonesia," tuturnya

Lebih lanjut, Amin berharap pemerintah hendaknya harus bisa menuntaskan persoalan tenaga kerja di Indonesia. Agar upah murah yang saat ini terjadi bisa dihapuskan. Terkait UU nomor 13 tahun 2003 kita minta jangan dihilangkan dan revisi. Karena akan merugikan buruh.

"Yang jelas aksi kita nanti tidak ada ditunggai politik manapun. Karena aksi kita murni oleh kami kaum buruh, nelayan dan mahasiswa. Ini gerakan murni keinginan buruh, bukan ditunggai politik manapun," pungkas Amien.
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay.

Sabtu, 28 April 2018

Andre Lapor Polisi Usai Burung Kesayangan Miliknya Di Maling


Dominoqq Terpercaya 2018 - Andre (23), warga Jalan Persamaan, Kelurahan Siterejo II, Gang Turi, Kecamatan Medan Amplas, mendatangi Mapolsek Patumbak guna melaporkan 2 maling burung miliknya. Kedua pelaku terekam CCTV saat mencuri burung jalak kesayangannya itu.

Di Polsek Patumbak Jumat (27/4/2018) sekira jam 11.30 Wib, Andre mengatakan burung jalak peliharaannya itu selalu digantung di plafon asbes teras depan rumahnya.

“Kandang burung itu selalu saya gantung di teras rumah. Setiap pagi biasanya burung itu pasti kedengaran berkicau. Tapi, tadi pagi suaranya tidak ada, dan saya periksa ke teras, ternyata sudah hilang sama kandangnya,” sebut Andre.

Penasaran siapa yang telah mencuri burung kesayangannya itu, Andre pun membuka rekaman CCTV di rumahnya. Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang pelaku yang mencuri burung jalak tersebut.

“Kejadiannya pagi, jam 02.30 Wib,” beber Andre.

Masih menurut Andre, burung itu dicuri oleh 2 pemuda. Satu orang masuk dengan cara melompat pagar rumahnya, dan seorang lagi menunggu di luar pagar.

“Burung itu harganya nggak mahal bang, tapi itu kesayangan saya. Saya udah capek merawatnya sampai suara kicauannya ramai dan merdu. Mudah-mudahan polisi bisa menangpakp pelakunya itu,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Patumbak Kompol Yasir Ahmadi SH SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Ainul Yaqin SIK, mengatakan sudah laporan korban.

Jumat, 27 April 2018

Kibo Tega Larikan Motor Teman Sendiri Modus Minjam Beli Makan


Dominoqq Terpercaya 2018 - Unit Reskrim Polsek Sunggal menangkap Kiki Ipan alias Kibo (21), warga Jalan Sunggal, Gang Bedol, Kecamatan Medan Sunggal. Ia ditangkap karna telah menipu dan menggelapkan sepeda motor temannya sendiri.

Pelaku yang bekerja sebagai kernet ini menggelapkan sepeda motor milik Dedi Putra (21) warga Bunga Raya 2, Asam Kumbang, Kota Medan. Dalam kronologis penangkapan tersebut, Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira Prayatna mengatakan bahwa tersangka menggelapkan sepeda motor dengan modus meminjam.

"Korban ini memang sudah kenal dengan tersangka. Pelaku yang berkerja sebagai kernet ini beralasan meminjam sepeda motor korban untuk beli nasi bungkus. Kemudian korban pun memberi kunci kontak sepeda motor karena sudah kenal," ucapnya.

Dengan rasa percaya kepada tersangka, Dedi pun memberi kunci sepeda motor kepada KiKi. Namun, selang beberapa jam kemudian, sepeda motor merek Yamaha Mio warna hijau tersebut pun tak juga kembali. Dedi yang merasa tertipu, akhirnya melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Medan Sunggal.

"Korban membuat laporan ke Polsek Medan Sunggal. Pada Rabu (25/4/2018), unit Reskrim Polsek Medan Sunggal menangkap pelaku tersebut, dan dibawa ke Mapolsek.

"Petugas menangkap pelaku dan langsung dibawa ke Polsek Medan Sunggal untuk diperiksa dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku pun dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHPidana, dengan masa hukuman 4 tahun penjara " jelasnya.

Kini, sang kernet pun harus mendekam di sel tahanan sementara polsek Medan Sunggal, karena telah menggelapkan sepeda motor Dedi.

Kamis, 26 April 2018

Warga Kibus Santoso Akibat Keseringan Isap Sabu


Dominoqq Terpercaya 2018 - Santoso (34), akhirnya kena batunya. Kebiasaannya mengonsumsi sabu membuat pria yang tinggal di Jalan Tani Asli, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Deliserdang itu terpaksa mendekam di sel Mapolsek Sunggal, Rabu (25/4/2018). Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna, Kamis (26/4/2018) menjelaskan, penangkapan itu berawal dari laporan yang diterima pihaknya dari masyarakat yang sudah resah dengan ulah Santoso.

Berdasarkan informasi tersebut petugas pun melakukan penyelidikan. ”Saat kita lidik ke lokasi, kita bertemu tersangka yang terlihat gugup. Selanjutnya yang bersangkutan kita amankan dan dilakukan pemeriksaan,” beber Kompol Wira Prayatna, Kamis (26/4/2018). Saat diperiksa, petugas menemukan satu paket sabu yang baru dibeli Santoso di saku belakan kiri celananya.

“Tersangka sempat membuang bungkusan yang ditemukan dari balik celananya. Namun berhasil kita temukan dan langsung kita boyong tersangka ke Mako,” jelas Wira.

Menurut Wira, dari laporan warga, Santoso sudah sangat meresahkan di lingkungan tempat dia tinggal lantaran kerap mengkonsumsi dan mengedarkan sabu.

“Warga sangat senang tersangka kita amankan. Kini kasusnya masih kita kembangkan. Tersangka kita jerat pasal 114 Ayat (1) subs pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolsek Delitua ini.

Sementara itu, Santoso saat ditanyai wartawan, mengaku sudah mengonsumsi sabu sejak setahun belakangan.

“Aku pakai sabu biar badan ku lebih enak aja bang, gak ada niat jahat yang lain,” kilah Santoso.

Rabu, 25 April 2018

Kasus Pelecehan Seksual Pengincar Siswi Sma Di Medan Berhasil Di Tangkap


Dominoqq Terpercaya 2018 - Polrestabes Medan akhirnya membekuk pengendara sepeda motor yang melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi SMA di Medan. Tersangka yang aksi pelecehannya ini viral di media sosial ini diketahui bernama Syahputra (35) warga Jalan Ampera I Kelurahan Sei Sekambing B Kecamatan Medan Helvetia.

“Yang bersangkutan kita amankan di tempat kerjanya di Mess Restoran Paramount, Jalan Putri Hijau, Merak Jingga, Medan, Selasa (24/4/2018) sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira.

Dijelaskannya, Syahputra ditangkap beserta sejumlah barang bukti, berupa sepeda motor Honda Vario hitam cokelat BK 5171 AHH, 2 helm, baju kaus hitam, kemeja merah bermotif batik, celana jins dan sepatu.

Dia diduga mengenakan barang bukti ini saat terekam kamera CCTV saat melakukan aksinya. Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, Syahputra mengaku sudah berulang kali melakukan aksi remas dada perempuan.

Pelecehan yang diakuinya dilakukan di Jalan Tapanuli simpang Jalan Percut, Jalan GB Joshua simpang Jalan Jambi, Jalan Talaud, Jalan Talaud simpang Jalan MT Haryono, Jalan Bintang, Jalan Veteran, dan Jalan Thamrin.

"Motifnya masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Selasa, 24 April 2018

Tiga Penghipnotis Antar Provinsi Ditangkap Di Bandara Kualanamu


Dominoqq Tepercaya 2018 - Tiga pelaku hipnotis yang selalu beraksi antar provinsi diringkus Unit Reskrim Polsek Lubukpakam, di Bandara Kualanamu sesaat setelah mendarat usai penerbangan dari Batam, Senin (23/4/2018) kemarin. Ketiga tersangka yakni, Siti Fatimah alias Siti (49) dan Yahya Andi alias Yahya (48) keduanya merupakan pasangan suami istri warga Desa Tanjung Sengkuang Kelurahan Batu Ampar Kepulauan Riau, serta Acil Bambang alias Awan Zulkifli (46), warga Desa Kalimbubu Kecamatan Bajo, Sulawesi Selatan.

Mapolsek Lubukpakam menyebutkan, ketiga tersangka telah memperdaya korban Novrida Nainggolan (35), warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Lubukpakam, dengan cara hipnotis.

Peristiwa itu terjadi di seputaran Plaza Delimas, Lubukpakam, Sabtu (3/3/2018) lalu. Akibat kejadian itu Novrida mengalami kerugian berupa uang tunai jutaan rupiah. Ketiga tersangka datang dari Batam ke Sumatera Utara memang berencana mencari mangsa untuk di jadikan korban. Para tersangka saat melakukan aksinya merental sebuah mobil Toyota Avanza, BK 1345 UN, dari daerah Sunggal.

“Jadi para tersangka itu setelah merental mobil mencari korban sampai di daerah Simalungun. Namun tidak berhasil dan saat kembali pulang ke Medan para tersangka mencari mangsa di kota Lubukpakam dan berhasil melakukan aksinya,” kata Kapolsek AKP Nasri Ginting, dalam pemaparan di Mapolsek Lubukpakam, Selasa (24/4/2018).

Dalam aksinya salah seorang pelaku bernama Acil Bambang, berpura-pura menjadi agen telor asin dan memiliki batu mustika yang sangat berkhasiat bisa membawa berkah. Selanjutnya Acil kemudian menanyakan sesuatu kepada Novrida soal agen telor asin. Saat beraksi itu, Siti berpura-pura tidak kenal dengan Acil dan selalu menuruti permintaan pria itu.

“Dan setelah dapat memperdaya korban Novrida, para tersangka selanjutnya membawa korban keliling kota Lubukpakam dan menguras harta benda milik korban, setelah berhasil lantas para tersangka menurunkan korban kembali di kawasan Delimas Lubuk Pakam”, sebut Kapolsek.

Sadar sudah menjadi korban penipuan, Novrida Nainggolan kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Lubukpakam. Kepolisian kemudian melakukan penyelidikan awal lewat mobil yang dirental para tersangka yang terekam CCTV pertokoan Delimas. Hasil penyelidikan, mobil itu ternyata dirental oleh warga Batam.

“Setelah berhasil melakukan aksinya para tersangka kabur ke Batam, namun beberapa hari kemudian mereka kembali ke Medan untuk melakukan aksinya, saat turun dari pesawat di terminal kedatangan para tersangka langsung kita ringkus setelah pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan ciri ciri tersangka bekerjasama dengan tim Inafis Polda Sumut,” beber Nasri.

Sementara itu, Siti Fatimah mengaku jika mereka terbang dari Batam dengan menumpang pesawat Citilink. “Kami mau jalan-jalan saja sekaligus ke rumah famili. Sesudah lima hari di Lubukpakam, kami beraksi menghipnotis korban. Aku belajar hipnotis dari teman,” sebut wanita beranak lima itu. Dari keterangan para tersangka, mereka juga pernah beraksi di daerah Cikarang dan Karawang.