Jumat, 16 Maret 2018

Jenazah TKI Korban Pembunuhan Di Malaysia Tiba Di Bandara Kualanamu


Dominoqq Terpercaya 2018 - Jenazah Santi Restauli Simbolon warga Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga menjadi korban pembunuhan di Malaysia saat ini sudah tiba di Bandara Kualanamu, Kamis (15/3/2018) sekira jam 11.30 Wib dengan pesawat Sriwijaya Air.

Informasi yang diperoleh, korban adalah TKI yang bekerja di Malaysia yang dikabarkan meninggal karena diduga di bunuh oleh warga Nepal berinisial SG yang kini masih dalam pengejaran Polis Diraja Malaysia. Untuk motif awal, korban diduga mempunyai hubungan khusus dengan pelaku dan pembunuhan terjadi dikarenakan cemburu.

Jenazah korban ditemukan membusuk dalam lemari di sebuah rumah di Paya Terubong, George Town, Penang, Malaysia, Selasa (13/3/2018) kemarin.

Jenazah tiba dalam peti dan di bawa ke rumah duka dengan mobil ambulans yang sudah disiapkan pihak BP3TKI Medan.

Kasi Perlindungan Dan Pemberdayaan TKI BP3TKI Medan Amir Hakim Abdi Sihotang yang dikonformasi melalui Koordinator Posdal BP3TKI Pos Kualanamu Suyoto membenarkan pihaknya telah menerima jenajah TKi yang diduga korban pembunuhan.

Setiba di Bandara Kualanamu pihaknya langsung menyerahkan pada pihak keluarga. “Kita memfasilitasi supaya memudahkan proses adminitrasi di Bandara Kualanamu, selanjutnya kita serahkan pada pihak keluarga,” tegasnya.

Kamis, 15 Maret 2018

Cuman Karena Dinasehati Prayoga Ancam Ibu Kandung Menggunakan Pisau


Dominoqq Terpercaya 2018 - Seperti ungkapan pepatah, ‘Pelihara anak harimau, sudah besar terkam tuannya’. Begitu pula hal yang dialami Mulyani (47), warga Gang Cilik Lingkungan 5, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Setelah bersusah payah membesarkan Mulya Prayoga (20), sang ibu malah harus mendapat ancaman dari anaknya itu, hanya lantaran dinasihatinya, Kamis (15/3/2018) siang.

Ceritanya, siang itu Mulya Prayoga baru saja selesai makan siang.

Seusai Mulya makan, ibunya melihat ke lemari makan. Ternyata lauk yang sudah di siapkan untuk santapan sekeluarga, sudah habis dimakan oleh Mulya. Alhasil, Mulyani pun mendatangi Mulya dan menasehatinya. Kata-kata ibu kandungnya, rupanya membuat Mulya naik pitam. Dia langsung mengambil pisau serta mengancam akan menikam sang ibu.

“Karena ku bilangi jangan habisi lauk yang ada di lemari, tinggalkan untuk adik mu, dia marah dan mengancam akan membunuh ku,” kata Mulyani.

Takut akan ancaman bunuh yang dilancarkan oleh anak kandungnya tersebut, hari itu juga, sekira jam 17.15 Wib, Mulyani ditemani suaminya menyambangi Mapolsek Medan Labuhan untuk membuat laporan pengaduan atas kasus yang dialaminya.

Terpisah, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Medan Labuhan setelah mendengar keterangan Mulyani, segera menyarankan agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan melalui Polmas.

“Kasus ini coba diselesaikan terlebih dahulu melalui Polmas setempat.

Rabu, 14 Maret 2018

Gara Tidak Bawa PR Guru Suruh Murid Jilat WC Sampai Muntah


Dominoqq Terpercaya 2018 - Seorang guru SD Negeri 104302 di Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai dinilai bersikap sangat kasar dan arogan dan tidak mencerminkan perbuatannya selaku tenaga pendidik.

RM demikian inisial guru kelas 4 itu–telah memberikan hukuman tak wajar, yakni menyuruh seorang siswa menjilat lantai WC, hanya gara-gara tidak membawa tanah subur yang sebelumnya ditugaskan guru tersebut.

Hal itu terungkap dari pengakuan siswa berinisial WH, Rabu (14/3/2018) pagi. “Aku disuruh jilati WC sama ibu guru itu,” ujarnya polos.

Dituturkan WH, peristiwa itu terjadi Jumat (9/3/2018) pagi. Sebelumnya ibu guru RM menyuruh mereka tanah subur ke sekolah. Namun, hari itu dia lupa membawanya yang membuat RM marah.

Ketika sang guru menanyakan tentang tugas membawa tanah itu, WH mengaku tidak membawanya.

“Karena aku gak bawa tanah, aku disuruh pilih, bawa nasi goreng apa jilat wc. Aku pilih jilat wc,” beber WH.

Menrut WH, dia beberapa kali harus menjilati wc, meski sempat muntah karena tak tahan mencium bau wc. “Aku sempat muntah, setelah itu aku disuruh pergi,” bilangnya. Salah seorang mantan siswa SD tersebut, Yanti, warga Desa Cempedak Lobang, mengakui kekejaman RM. Guru perempuan itu juga disebut termasuk seorang guru yang ringan tangan.

Diakuinya, saat masih menjadi murid di sekolah tersebut, banyak murid selalu mendapat perlakuan kasar dari sang guru, termasuk dirinya.

“Memang kejam guru itu, waktu sekolah aku sering dipukul pakai penghapus,” beber Yanti.

Yanti berharap, Kadis Pendidikan Sergai bisa mengambil tindakan tegas memindahkan guru tersebut k esekolah lain sebagai hukuman atas perbuatannya.

“Kami selaku orangtua murid minta guru tersebut segera dipindahkan agar tidak terulang kejadian seperti itu pada murid lainya,” pintanya.

Kepala SD Negeri 104302 yang coba ditemui, tidak berada di tempat. Saat disambangi ke sekolah tersebut, dikatakan bahwa kepala sekolah sedang mengikuti rapat di Kantor Disdik. Sementara itu, tak seorang guru pun bersedia berkomentar terkait peristiwa tersebut. Terpisah, tindakan RM yang memaksa muridnya WH menjilati WC mendapat tanggapan serius dari Kadis Pendidikan Sergai.

Drs Jonni Walker Manik MM, menyebut akan mengambil sikap tegas dengan menjatuhkan sangsi terhadap RM, atas adanya laporan menghukum murid dengan menyuruh menjilati lantai WC.

“Kita sudah lakukan rapat untuk menjatuhkan sanksi terhadap guru tersebut,” ujar Jonni.

Selasa, 13 Maret 2018

Ini Dia Pemilik Mobil Plat Merah BK 83 Yang Parkir Di Trotoar


Dominoqq Terpercaya 2018 - Mobil pelat merah BK 83 yang diposting Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution di laman Facebook miliknya karena parkir di trotoar jalan, ternyata kendaraan dinas pejabat teras Pemprov Sumut.

Mobil itu diparkir di trotoar jalan sekitar Lapangan Merdeka Medan pada Minggu (11/3/2018) lalu.

Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut merupakan mobil dinas Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Sumut Eric Aruan.

Eric yang saat dikonfirmasi mengaku sedang berada di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), tak menampik hal ini.

Eric mengaku salah dan malu atas perbuatannya. Ia beralasan diarahkan juru parkir sehingga meletakkan kendaraannya di trotoar jalan. Menurut Eric, sebagian ruas jalan di sekitar Lapangan Merdeka Medan ditutup kala itu.

Saat itu, Eric mengaku hendak mengikuti senam pagi yang digelar di Lapangan Merdeka Medan.

"Ya aku pun salah, aku pun salah. Tapi sebenarnya, enggak pikiran aku mau menghambat pejalan kaki. Tidak. Karena diarahkan tukang parkir," kata Eric melalui sambungan telepon, Selasa (12/3/2018).

Mobil dinas pelat merah BK 83 menjadi viral setelah diposting Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution di laman Facebook miliknya pada Minggu (11/3/2018).  

Akhyar mengecam pengendara mobil tersebut karena parkir di trotoar jalan.

"Tuan yang terhormat, trotoar ini untuk pejalan kaki, bukan untuk parkir mobil tuan," tulis Akhyar di status Facebook-nya.

Hingga saat ini, postingan itu telah ditanggapi sebanyak 492 akun dan dibagikan sebanyak 81 kali. Berbagai komentar pedas dilayangkan netizen terhadap perilaku pengendara mobil dinas tersebut.

Meski mengaku salah, Eric juga keberatan karena Akhyar hanya memposting kendaraan dinasnya. Menurut Eric, ada banyak mobil lain yang turut parkir di trotoar saat itu.

"Sebenarnya salah aku itu tidak fatal kalinya. Orang memang tutup parkir, semua orang di kiri kanan, masak mobil orang lain tidak difotonya. Foto juga lah. 30 mobil ada loh di situ parkir," kata Eric.

Sehari setelah itu, Akhyar menemukan mobil lain yang parkir di trotoar yang sama.

''Hari ini mobil retail indihome, diposisi yg sama dgn mobil BK 83 kemarin,'' tulis Wawako Medan ini.

Senin, 12 Maret 2018

Apes Baru Pulang Kerja Dari Rumah Sakit Siti Dirampok


Dominoqq Terpercaya 2018 - Adi Syahputra (23) adalah warga Medan Denai ditangkap polisi.

Pasalnya ia merampok tas seorang dokter yang baru berobat dari rumah sakit.

Aksinya tersebut ternyata dilihat oleh korban yang hendak pulang ke rumahnya.

Korban adalah seorang dokter bernama Siti Aisyah Pulungan warga Medan Denai.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rudianto Silalahi, mengatakan bahwa pelaku melakukan aksinya karena korban meletakkan tas di sepeda motor.

"Waktu itu, korban mengendari sepeda motor Honda Beat dan memarkirkan di Jalan Bromo, Simpang Perjuangan, Medan Area. Kemudian korban meletakkan tas sandangnya di sepeda motornya tersebut. Pelaku yang melihat tas itu, langsung mengambil dan kabur," ujarnya kepada Tribun Medan.

Ia juga menambahkan bahwa korban sempat mengejar pelaku, tetapi karena kalah cepat pelaku yang bernama Adi tersebut tak terkejar lagi.

"Karena tak terkejarnya, korban pun mengadu ke Polsek Medan Area. Kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu(14/02/2018), sekitar pukul 13.00 WIB," tambahnya lagi.

Setelah pengintaian beberapa minggu, pelaku akhirnya tertangkap pada Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 16.30 WIB.

"Pelaku ditangkap di Jalan Denai, kawasan Medan Area. Pelaku juga telah membuang alat bukti tas punya dokter tersebut, dan pelaku mengakui perbutannya. Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian," jelasnya lagi.

Minggu, 11 Maret 2018

Bapak Gantung Diri Karena Anak Ditangkap Akibat Cumor


Dominoqq Terpercaya 2018 - Supadi (59), warga Jalan Delitua, Gang Tanjung, Kelurahan Kedai Durian, nekat mengakhiri nyawanya dengan cara menggantungkan lehernya pada seutas tali kambing di dalam kamarnya, Sabtu (11/3/2018) sore 17.30 wib. Informasi yang diperoleh di lokasi, Supadi yang sudah dikaruniai 3 orang anak, 1 wanita dan 2 pria, sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan roti donat ke sekolah-sekolah.

Salah seorang warga di tempat kejadian mengatakan, Supadi diduga mengalami depresi setelah anak pertamanya bernama Supajarianto alias Anto (33), ditangkap Polsek Delitua, Sabtu (10/3/2018) sekira pukul 06:00 wib, karena terlibat kasus pencurian sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah BK 3068 OE.

Mendengar kabar anaknya ditangkap polisi, Supadi langsung depresi. Dia tak pernah membayangkan anaknya terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor, mengingat perilaku Fajar selama ini cukup baik dan jarang sekali keluar rumah. Alhasil, seharian itu Supadi terlihat murung dan terlihat terus berpikir. Sore harinya, dia membeli sutas tali kambing warna hijau di kedai yang tak jauh dari rumahnya.

Begitu pulang, Supadi langsung masuk ke kamarnya yang berada di belakang dekat dapur. Kebetulan saat itu tak seorang pun berada di rumah. Diperkirakan begitu tali terikat di beroti penyangga kamarnya, dia menaiki tempat tidurnya sambil mengikatkan tali ke lehernya. Setelah tali terikat, Supadi kemudian melompat dari tempat tidurnya hingga tergantung dan menghembuskan nafas terakhir di tempat.

Citra Kirana (32), menantu Supadi, orang yang pertama kali mengetahui peristiwa itu tak kuasa menahan tangisnya.

“Ketahuannya waktu aku baru pulang kerja. Aku masuk rumah, tapi tak ada orang. Aku pun ke belakang. Sampai di sana aku terkejut melihat di depan pintu kamar ada orang tergantung. Begitu aku dekati dan perhatikan, ternyata mertua ku,” sebut Citra berlinang air mata.

Begitu melihat mertuanya tergantung, Citra pun langsung menjerit, sehingga keluarganya dan warga sekitar berhamburan datang lalu menurunkan tubuh mertuanya dan membawanya ke Rumah Sakit Hidayah.

Sementara Sulia (57), istri Supadi mengaatakan, sebelum dibawa ke RS suaminya itu sudah tidak bernyawa lagi, walau tubuhnya masih hangat. Kapolsek Delitua kompol BL Malau SH SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Prastyo Triwibowo SIK, begitu mendapat informasi kita langsung ke TKP.

Sementara itu, Fajar, anak Supadi yang menjadi tersangka maling kreta dari salah satu masjid sekitar rumah mereka saat sholat Jumat kemarin. Dia ditangkap polisi saat sedang duduk di teras rumahnya sekira jam 06.00 wib.

“Pelaku Fajar sedang kita mintai keteranganya dan mengakui perbuatanya. Pun demikian kita juga sedang mendalami kasusnya,” pungkas.

Sabtu, 10 Maret 2018

3 Pengedar Sabu Saat Ini Berhasil Di Ringkus Polres Sergai


Dominoqq Terpercaya 2018 - Polres Sergai berhasil meringkus tiga pria yang sedang pesta sabu di salahsatu rumah sekitar Dusun 2, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

Ketiga pelaku diamankan Ade Tya alias Adi (24), Andre Nasution (38) dan Dedi Nasution (34) warga Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.

Selain itu polisi berhasil mengamankan barang bukti 6 paket sabu dengan berat 1,6 gram, 33 plastik transparan, 9 pipet plastik, 1 gulung kertas timah, 3 mancis, 1 mancis dirakit dengan jarum.

Menurut sumber, siang itu Kapolres Sergai AKBP Nicolas Ary Lilipaly mendapat informasi adanya warga sedang pesta sabu. Dari laporan itu Kapolres perintahkan anggota Sat Narkoba untuk melakukan penyelidikan.

Personil tiba di lokasi langsung masuk melalui pintu belakang rumah tersangka yang saat itu tidak terkunci. Setelah itu personil menemukan ketiga tersangka sedang pesta sabu di ruang tengah dan menemukan barang bukti di sekitar para tersangka.

Andre mengaku, dirinya sudah lebih dari 5 bulan menjalankan profesi sebagai pengedar sabu. Bahkan sebagian dapat mengkonsumsi sabu di rumahnya. “Ada beli tapi ada isap dirumah,” bilangnya.

Kapolres Sergai AKBP Nicolas Ary Lilipaly melalui Kasubag Humas AKP Neli mengatakan, tertangkapnya para tersangka atas adanya informasi dari masyarakat diterima Kapolres kemudian dilakukan tindak lanjut dan berhasil meringkus tersangka.

“Para tersangka dijerat UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” Papar AKP Neli.