Rabu, 07 Februari 2018

Kapoldasu Minta Copot Kapolres Asahan Karena Pemusnahan Sabu Di Duga Palsu


Dominoqq Tepercaya 2018 - Massa yang tergabung dalam Kumpulan Anak Perantau Asahan (KAPAS) mendatangi Mapolda Sumatera Utara dan meminta Kapolda Irjen Paulus Waterpauw mencopot Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga, yang dinilai tak memberangus narkoba di Kabupaten Asahan, Rabu (7/2/2018).

“Copot Kapolres Asahan…! copot Kapolres Asahan…!” Teriak pendemo saat berorasi di depan Mapoldasu, sekira jam 14.50 wib.

Desakan KAPAS, sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga yang dinilai tak mampu membarantas narkoba. “Sekarang, narkoba sangat bebas di Asahan,” kata pendemo.

Dalam orasinya, perwakilan massa mengatakan, narkoba merupakan musuh bersama yang saat ini sudah memasuki sendi-sendi kehidupan dan merusak generasi bangsa.

“Maka dari itu, kita semua bersepakat kita bersepakat untuk melakukan pemberantasan narkoba, sebagai komitmen yang disampaikan Bapak Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw, tidak ada tempat bagi pengedar narkoba di Sumatera Utara,” sebutnya.

Selanjutnya dikatakan, kondisi di Kabupaten Asahan saat ini sangat miris. Di mana ada oknum penegak hukum yang menjadikan ajang penangkapan penyalahguna narkoba untuk dibebaskan kembali dengan dalih rehabilitasi.

“Padahal, jelas dalam MoU antara kepolisian, BNN, Kejaksaan, Kementerian Kesehatan dan Kemenkumham, bahwa yang boleh dilakukan rehabilitasi adalah pengguna narkoba, bukan kurir dan bandar narkoba.”

“Itupun proses rehabilitasi harus melalui rekomendasi tim assesment terpadu (ATT) yang melibatkan jaksa, BNN dan Kepolisian,” sambungnya.

Menurut mereka dari hasil dan data yang dikumpulkan, proses rehabilitasi yang dilakukan Polres Asahan, banyak menyalahi prosedur tanpa adanya rekomendasi ATT. Selain itu, beberapa bandar narkoba yang ditangkap diduga dibebaskan kembali dengan dalih rehabilitasi.Dalam orasi itu, massa KAPAS mempertanyakan pada Kapoldasu, soal pengedar atau bandar yang dibebaskan kembali.

“Untuk meminta keadilan dan meminta Kapoldasu mencopot Kapolres Asahan,” kata pendemo.

Mereka juga meminta penjelasan soal pemeriksaan yang dilakukan Bidpropam Poldasu baru-baru ini pemusnahan 1,2 kilo sabu oleh Satres Narkoba Polres Asahan, yang diduga palsu. Bagi mereka, selama ini memiliki banyak bukti kongkalikong antara Kapolres Asahan dan bandar narkoba.

“Kapolres telah melakukan kecurangan-kecurangan, bahwa narkoba hasil pengungkapan diduga dijual kembali. Kami punya banyak bukti kong kalikong dengan bandar narkoba. Kapolres telah melakukan kecurangan-kecurangan. Barang narkoba diduga dijual kembali,” kata massa.

Beberapa kejanggalan juga disebut telah terjadi dalam kasus-kasus, selama Kobul menjabat Kapolres. Seperti kasus ditangkapnya seorang warga yang dijadikan tersangka. Menurut mereka, warga yang dijadikan tersangka terkesan dipaksakan, karena orang yang dijadikan tersangka itu sebenarnya telah bertobat dari narkoba. “Sudah berhenti di tahun 2015 dan dijebak tahun 2017, ” pungkas pendemo.

Selasa, 06 Februari 2018

Baku Hantam Berdarah Kembali Membuat Heboh Diskotik New Zone Yusuf Di Hantam Oleh Pengunjung Lainnya


Dominoqq Terpercaya 2018 - Insiden baku hantam berdarah kembali menggegerkan Diskotek New Zone (NZ) untuk ke sekian kalinya, Senin dinihari (5/2/2018) kemarin. Kemeriahan dugem jelang subuh di diskotek yang beralamat Jalan Wajir itu mendadak berubah menjadi arena baku hantam.

M Yusuf (42), pengunjung diskotik ditemukan terkapar belopotan darah di luar diskotek, sekira jam 2.00 Wib. Pria yang tinggal di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Maimun, itu roboh seusai ditikam.

Informasi yang dihimpun, sebelum insiden berdarah itu, Yusuf dan teman-temannya asyik ajojing di Diskotek NZ. Saking asyik joget triping, seorang teman Yusuf tak sengaja bersenggolan dengan pengunjung lain.

Saling senggol itu akhirnya membuat kedua pihak terlibat adu mulut yang kemudian berlanjut menjadi perkelahian. Namun, lantaran jumlah tak berimbang, M Yusuf dan rekan-rekannya kemudian melarikan diri.

Merasa di atas angin, pelaku dan teman-temannya terus mengejar M Yusuf sampai ke luar diskotek. Di sana kepala M Yusuf kemudian dipukul dengan batu. Belum juga puas, sejurus kemudian, pelaku menusuk punggung korban dengan pisau.

“Korban sudah membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Medan Kota. Hasil pemeriksaan korban, pelaku penikaman diduga berinisial, D. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku,” kata Ko.

Senin, 05 Februari 2018

Edy Larikan Uang Perusahaan Senilai 226 Juta Di Gunakan Untuk Main Judi


Dominoqq Terpercaya 2018 - Edy Fitri alias Edy (23), warga Jalan Binjai KM 10, 8 Desa Tani Asli Perumahan Golden Resident, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, saat ini diciduk personel Polsek Sunggal, Jumat (2/2/2018) lalu. Hingga Senin (5/2/2018), dia sampai saat inimasih mendekam di sel pengap Mapolsek Sunggal.

Itu terjadi, setelah ayah 1 anak yang sebelumnya bekerja sebagai sales marketing pada UD Bintang Terang, menggelapkan uang perusahaan tempat dia bekerja. Tak tanggung-tanggung, jumlah nominal yang digelapkan mencapai Rp226 juta selama dua tahun dia bekerja di sana.

Informasi diperoleh, sebagai sales marketing asesoris mobil di UD Bintang Terang, Edy bisa melakukan aksinya itu ketika mengutip uang dari toko-toko yang memesan barang kepada UD Bintang Terang. Setelah mengutip, uang tersebut tak langsung di setorkan pada atasannya. Ayah muda itu malah menganggap uang kutipan tersebut seperti miliknya sendiri.

Untuk memuluskan aksinya, pria yang sudah empat tahun bekerja di perusahaan milik Soe Bie Lien (47) itu, Edy memalsukan tanda bukti penerimaan dengan menggunakan stempel palsu. Sang bos yang merasa mengalami kerugian akhirnya mengaudit keuangan perusahaannya. Hasilnya, diketahui bahwa kerugian itu terjadi akibat perbuatan Edy, Jumat (2/2) yang lalu.

“Pelaku menjalankan aksinya sejak bulan Februari tahun 2016 sampai dengan bulan oktober 2017. Sementara korban mengetahuinya 2 Februari 2018,” terang Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna, Senin (5/2/2018).

Akibat ulah Edy, perusahaan UD Bintang Terang yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Sunggal, mengalami kerugian hingga Rp 226.677.500 (Dua ratus dua puluh enam juta enam ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus rupiah). Petugas yang mendapat laporan itu pun langsung bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, Edy berhasil diciduk dari kediamannya.

“Dari tangan tersangka kita juga amankan barang bukti berupa 11 lembar tanda bukti penerimaan yang dipalsukan oleh tersangka,” jelas mantan Wakasat Res Narkoba Polresta Medan itu.

Berdasarkan hasil interogasi, Edy mengaku melakukan perbuatannya seorang diri. Diakui Edy, dia menghabiskan sebagian besar uang tersebut untuk bermain judi online.

“Terhadap tersangka dikenakan Pasal 374 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas Wira.

Minggu, 04 Februari 2018

Bule Asal Amerika Serikat Mengamuk Di Capital Building Lalu Mengamuk Di Kantor Kombes Pol Dadang


Dominoqq Terpercaya 2018 - Seorang bule asal Amerika Serikat beraksi brutal di parkiran tempat hiburan malam Capital Building, Minggu (4/2/2018) dinihari kemarin. Tak selesai di situ, David (38)–begitu nama bule tersebut–melanjutkan aksi barbarnya sesaat diamankan ke Mapolrestabes Medan.

Belum diketahui apa penyebabnya, David (38), yang sudah dipengaruhi alkohol, mengamuk di parkiran Capital Building, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, pada Minggu (4/2/2018), sekira jam 03.00 wib dini hari.

Di situ, dia memecahkan kaca Avanza, BK 1251 QP, milik Rivai (37), warga Sunggal yang juga baru pulang dugem di tempat itu. Situasi di parkiran lokasi dugem kelas elite itupun sempat ramai, akibat ulah David tersebut. Petugas kepolisian yang mengetahui keributan di lokasi, langsung datang dan David pun diamankan lalu digelandang ke kantor Kapolrestabes Medan.

Menyusul diamankannya David, Rivai yang merasa keberatan dengan kerusakan mobilnya, juga melapor ke Polrestabes Minggu (4/2/2018) sore. Kepada wartawan, Rivai cerita. Keributan berawal ketika Rivai dan empat temannya sedang minum di Capital Building. Di dalam lokasi hiburan malam Capital Building, David yang dalam kondisi mabuk sudah lebih dulu meributi pengunjung lainnya.

Rivai yang saat itu berada di lokasi tidak menghiraukan adanya keributan. Pihak keamanan langsung membawa David ke bawah. Rivai yang merasa tidak nyaman adanya keributan itu, bersama keempat temannya bermaksud meninggalkan Capital Building.

Tiba di parkiran, David tiba-tiba memukul kaca depan mobil milik Rivai hingga pecah. Rivai yang melihat itu langsung mendatangi David. Akibatnya kedua pria tersebut terlibat cekcok mulut.



Pihak keamanan lokasi yang melihat keributan langsung menelpon Mapolrestabes Medan. Tak lama berselang petugas pun datang dan membawa David ke kantor Kombes Pol Dadang Hartanto itu.

“Saya lagi minum bang sama teman-teman, pas saya turun mobil sudah pecah kaca depannya di pukul orang bule itu,” kata Rivai di Polrestabes Medan.

Namun, menurut informasi yang diterima, setiba di Mapolrestabes Medan, David ternyata kembali mengamuk di ruang Satuan Intelkam. Di situ David menghancurkan dua unit komputer. Alhasil, petugas di sana dibuat kalang kabut. Petugas Shabara yang saat itu berada di penjagaan depan pun langsung mengamankan David dan membawanya ke ruangan Sat Reskrim.

Siang harinya, David dibawa ke RS Sakit untuk mendapat perawatan. Akibat aksi mabuk brutalnya, David mengalami lecet-lecet di bagian wajah, tangan dan kaki. Hingga kemarin, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, memilih diam ketika coba dikonfirmasi perihal peristiwa itu.

Sabtu, 03 Februari 2018

Ingin Bermain Judi Dan Gunakan Narkoba Aseng Gelapkan Motor Pelanggan


Dominoqq Terpercaya 2018 - Suardi atau sering di sapa Aseng (23) sudah lama sekali kecanduan narkoba. Warga Jalan Pringgan, Dusun VI, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal ini juga diklaim kecanduan bermain judi juga.

"Karena sudah kebiasaan buruknya itu, tersangka Aseng kemudian juga berencana untuk menggelapkan motor pelanggannya. Kebetulan, korban bernama Suhardi (45) yang ingin memperbaiki motor Yamaha Vega R BK 2726 CK miliknya berhasil dibawa sama anak ini," kata Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Budiman Simanjuntak.

Pada hari Minggu (24/12/2017) lalu, korban juga sudah sering datang ke rumah pelaku. Saat itu, korban menyerahkan motornya untuk diperbaiki.

"Setelah sudah berhasil memperdaya korban, pelaku kemudian juga langsung menjual motor pelanggannya itu kepada seorang penadah di kawasan Medan Timur. Sepeda motor korban dijual dengan harga yang murah Rp1,3 juta," kata Budiman.

Kesal ditipu oleh pelaku, korban yang merupakan warga Jalan Danau Poso, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat ini juga sudah melapor ke Polsek Sunggal.

Setelah lama diburon, tersangka yang merupakan mekanik motor ditangkap saat berada di kediaman orangtuanya Jalan Bilal, Gang Cempaka.

"Semua hasil penjualan motor itu juga sudah habis digunakan untuk senang-senang dan pesta narkoba. Kami masih mendalami siapa penadah dalam kasus ini," pungkasnya.

Jumat, 02 Februari 2018

David Di Hajar 8 Orang Sampai Saat Ini Masih Belum Sadarkan Diri


Dominoqq Terpercaya 2018 - David Simangunsong (27), seorang sopir angkutan kota (angkot) yang dikeroyok segerombolan orang hingga tak sadarkan diri, Rabu (31/1/2018) kemarin.Hingga Jumat (2/1/2018) David masih belum siuman dan dirawat di ruang Aster Rumah Sakit Umum Daerah Djasamen Saragih Kota Siantar, Jumat (2/2/2018).

Disambangi di rumah sakit tempat korban dirawat, kepala David terlihat masih diperban dan belum sadarkan diri. Istrinya, Intan Damanik (26), tampak begitu berduka dan kawatir dengan kondisi suaminya.

Intan menjelaskan, bahwa pengeroyokan terhadap suaminya berlangsung, Rabu (31/1/2018) kemarin sekira jam 23.30 Wib. Pengeroyokan yang dilakukan sekitar delapan orang itu berlangsung di kediaman mereka, di Dolok Baringin, Kelurahan BP Nauli, Kecamatan Siantar Marihat.

“Ada yang mengetuk pintu rumah kami, suamiku yang buka pintu. Terus mereka ngobrol sebentar saja. Habis itu suami ku menutup pintu,” ungkapnya.

Namun beberapa saat berselang, kata Intan, pintu rumah mereka kembali diketuk. “Pas diketuk lagi, aku yang membuka pintu. Setelah ku buka, ku lihat ada yang bawa pisau. Mereka langsung nanya suami ku,” bebernya.

Mendengar itu, David yang berada di dalam rumah kemudian beranjak ke pintu. Saat itu pengeroyokan terjadi. “Suamiku ditarik dan langsung dipukuli sampai nggak sadar,” kata Intan yang tak kuasa melihat suaminya dikeroyok. Sehingga, dia sempat berteriak berteriak minta tolong yang akhirnya mengundang perhatian warga sekitar.

“Setelah aku teriak baru lah mereka berlarian,” ucap Intan.

Kemudian, bersama warga sekitar, Intan membawa David yang sudah berlumuran darah ke RSUD guna mendapatkan perawatan medis. Pasca kejadian, Kamis (1/2/2018), Intan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Siantar dan diterima dengan nomor LP/52/I/2018 /SU/STR.

Ketika laporan itu dikonfirmasi kepada Humas Polres Siantar, Iptu Resbon Gultom membenarkan bahwa istri korban sudah melapor. “Kasusnya masih kita selidiki,” ujar Iptu Resbon Gultom.

Kamis, 01 Februari 2018

TNI Gadungan Gol Akibat Nekat Tikam Polisi Sembarangan


Dominoqq Terpercaya 2018 - Atribut berwana loreng milik institusi TNI acap kali disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Seperti yang sudah dilakukan oleh Riduan Efendi. Pria yang memang akrab disapa dengan Iwan Tewel ini anggar jago dengan mengenakan jaket loreng layaknya personel aktif TNI Angkatan Darat.

Bukan hanya anggar jago dengan jaket loreng miliknya, Iwan Tewel yang berpenampilan gondrong ini bahkan nekat untuk menikam anggota Polsek Percut Seituan, Brigadir Putra Surbakti. Akibat kejadian ini, Brigadir Putra mengalami luka gores di tubuhnya.

Menurut cerita Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, peristiwa penganiayaan ini berawal saat Brigadir Putra berkunjung ke rumah temannya sesama polisi di Jalan Tempuling pada Senin. Saat itu, kebetulan tersangka ada di lokasi.

"Pelaku ini sejak anggota kami datang terus menatap. Entah bagaimana, tiba-tiba pelaku mendekat dan menyerang anggota kami dengan senjata tajam," kata Pardamean.

Kaget, korban yang merupakan warga Jalan Ismail Harun, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan ini lantas menangkap tangan tersangka. Melihat korban diserang, temannya yang juga polisi ikut membantu.

"Saat menyerang anggota, pelaku mengenakan jaket loreng itu. Setelah berhasil dilumpuhkan, anggota menggeledah tubuh pelaku," kata Pardamean.

Dari dalam jaket yang digunakan pelaku, korban menemukan kapak, parang dan keris berukuran kecil. Untuk kepentingan penyelidikan, pelaku yang merupakan warga Jalan Durung, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung ini diboyong ke komando.

"Kami masih mendalami apa motif pelaku menyerang anggota. Saat ini, ia sudah kami tahan," ungkap Pardamean.