Kamis, 07 Desember 2017

Gara Gara Ketakutan Nur Menyerahkan Sabu Kepada Petugas


Bwinqq Dominoqq Tepercaya - Nur gadis yang berumur 30 tahun yang berasal dari Medan. Kemarin (6/12) siang, penumpang Wings Air nomor penerbangan IW 1262 tujuan Nias itu berhasil dibekuk di Bandara Kualanamu medan. Itu dikarenakan ia ketahuan menyimpan sabu di ponselnya.

Temuan sabu ini juga terjadi pada pukul 10.30 WIB. Info yang dihimpun dari lokasi peristiwa menyebut, bahwa temuan sabu itu berawal dari kecurigaan salah satu security bandara yang saat ini melihat Nur seperti orang yang sedang ketakutan saat berjalan menuju Security Chek Point (SCP) I untuk menjalani pemeriksaan seperti halnya dengan para penumpang lainnya. Berdasarkan dengan kecurigaan itu, petugas pun secara langsung mendatangi Nur dan juga langsung menanyakan soal wajahnya yang pucat itu.

Nur yang saat ini sudah merasakan ketakutan langsung menyerahkan dua plastik klip transparan yang berisi diduga sabu seberat 0,7 gram kepada petugas tersebut. Selanjutnya Nurainun dan juga barang bukti langsung dibawa ke Security Building Bandara Kualanamu .Untuk segera melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut lagi, Nur serta juga dengan barang bukti diduga sabu langsung diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Manajer Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto juga membenarkan diamankannya Nurainun. “Saat sedang menjalani pemeriksaan di SCP I, Nur yang merasa sangat ketakutan itu langsung saja menyerahkan sabu yang sudah diselipkan di cashing handphone yang dibawanya,” kata Wisnu.

Lanjut Wisnu, Nurainun serta juga barang bukti yang diduga sabu diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deliserdang untuk segera proses hukum lebih lanjut lagi.

Selain mengamankan Nur serta juga dengan barang bukti itu juga diduga sabu, petugas juga mengamankan dua teman Nur masing-masing Wil dan juga RS ke Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Kasat Reserse Narkoba Polres Deliserdang AKP Erwin Tito juga membenarkan diamankannya Nur serta juga bersama dengan dua temannya. “Ketiganya sampai sekarng ini masih kita periksa untuk dilakukan pengembangan,” tegasnya.

Rabu, 06 Desember 2017

Penangkapan Bandar Narkoba Kelas Kakap Di Hebohkan Di Kawasan Merdeka Walk Polisi Habiskan Peluru



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Saat ini suasana di Jalan Bukit Barisan yang berada di kawasan Merdeka Walk Medan mendadak membuat heboh para warga jelang Rabu (6/12/2017) dinihari kemarin, ketika Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut mengamankan seorang pria yang terduga Bandar narkoba kelas kakap.

Sebagian dari belasan petugas kepolisian juga sudah berkali-kali melepas tembakan habiskan peluruh sedangkan Bandar masih berada didalam mobil, tentu saja membuat para pengendara yang sedang melintas di seputaran kawasan yang sedang berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Medan itu juga pastinya sempat membuat ketakutan saat mendengarnya.

Dalam video yang sudah dilihat, pada hari Rabu (6/12/2017), terlihat sangat begitu personel polisi yang sudah dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Hilman Wijaya, juga sudah melepaskan tembakan ke udara saat ingin menghentikan sebuah mobil yang berwarna hitam jenis Avanza, nomor plat BK 1674 KD.

“Polisi, polisi, turun, turun,” ucap seorang petugas yang sembari melepas tembakan ke udara. Beberapa petugas lain terlihat juga sedang menghabiskan peluru, sehingga juga diduga, akibat letusan senjata itu, para terduga yang akan ditangkap pun merasa sangat takut untuk keluar dari mobil.

Petugas kemudian langsung segera membuka pintu mobil Avanza hitam, itu sembari memaksa penumpangnya untuk segera cepat keluar.

Berdasarkan dengan keterangan dari Kapoldasu pada konferensi pers, pada hari Rabu (6/12/2017), dari tersangka yang sudah diamankan di seputaran Merdeka Walk, disita sabu-sabu seberat 10 kg dari salah satu pelaku yang bernama Suyono (44)



Selasa, 05 Desember 2017

Pesan Sabu Di Dalam Lapas Togiman Dituntut Hukuman Mati



Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Togiman atau yang biasa sering dipanggil Toge, salah satu dari lima terdakwa komplotan dalam pengiriman narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram yang sudah dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Tanjunggusta Medan, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat ini dituntut akan menjalani hukuman mati.

Dalam pembacaan tuntutan untuk terpidana mati itu sudah dibacakan JPU di Ruang Sidang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan yang sudah berlangsung pada hari Selasa (5/12/2017).

"Hal yang memberatkan hukuman terhadap terdakwa Togiman karena sebelumnya juga telah mendapatkan hukuman mati," kata JPU Dewi.

Selain itu, JPU juga sudah menuntut empat terdakwa yang merupakan komplotan Toge yaitu Thomson Hutabarat, Abdul alias Edo, Wagimun, dan juga dengan Sugiarto yaitu dengan menjalani hukuman penjara seumur hidup.

"Meminta agar majelis hakim yang sudah memeriksa dan juga mengadili perkara ini menyatakan bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan juga meyakinkan bersalah memiliki dan juga menguasai narkotika gologang IA bukan tanaman dengan jumlah yang lebih dari 5 gram,” jelas Dewi

Pemberian tuntutan hukuman itu juga didasari atas perbuatan para terdakwa yang sudah melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Perkara ini juga berawal saat Abdul, Wagimun, dan juga Sugiarto yang sudah diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jalan Gatot Suboroto, Medan, tak jauh lagi dari pool bus Kurnia, Minggu (14/5/2017).

Untuk bisa mengelabui petugas BNN, para terdakwa juga terdapat menyimpan sabu asal Malaysia itu didalam kotak fiber pendingin ikan yang berwarna biru. Benda itu kemudian langsung segera dibawa dengan menggunakan mobil pick-p Mitshubisi BK 9615 CM.

Namun, baru hanya berjalan sekitar 3 meter bergerak dari pool bus Kurnia, mobil pick-up itu langsung dihentikan oleh petugas BNN dan lalu melakukan pemerikaan dan juga di temukan 25 bungkus plastik serbuk kristal putih. Setelah sudah dilakukan pengecekan di laboratorium BNN, serbuk kristal putih itu dipastikan bahwa merupakan narkotika jenis sabu-sabu.

Setelah sudah dilakukan pengembangan ternyata sabu yang sudah ditemukan itu merupakan pesanan Togiman dari dalam Lapas Tanjunggusta.

Sementara itu Thomson Hutabarat yang juga merupakan seorang narapidana narkotika di Lapas Tanjung Gusta Medan, berperan untuk mencari pembeli sabu itu. Menggunakan kode '68', Togiman dan juga dengan Thomson menggunakan handphone berkomunikasi dengan kurirnya.

Di saat ketiga kaki tangannya sudah ditangkap, Togiman juga terus mencoba untuk menelpon mereka. Namun tidak diangkat oleh kurirnya, sehingga Togiman mulai curiga setelah itu Togiman dan juga Thomson secara langusng menghancurkan handphone dan sim card yang sedang mereka pakai, kemudian langsung membuangnya ke dalam tong sampah di Lapas Tanjunggusta Medan.

Senin, 04 Desember 2017

Pulang Dari Diskotik New Zone, Pria India Di Bunuh Teman Sendiri


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Dunia malam saat ini kembali lagi membawa petaka. Seperti yang dialami Yoga Murti (30), tewas usai ia dibunuh temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, saat ia baru pulang berpesta dari Diskotik New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Pada hari senin (4/12/2017) dinihari.

Yoga juga meregang nyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya banyak sekali berlumuran darah akibat beberapa luka tikaman.

Informasi yang sudah diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bahwa Yoga bersama dengan dua orang temannya masuk Diskotik New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib.  

Tetapi sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama dengan kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga saat ini dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan juga narkoba.

“Di dalam perjalanan kami juga singgah ke rumah teman si Yoga yang berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah satu seorang teman sang korban.

Begitu sesudah sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan juga F) saat ini sedang terlibat adu mulut. Tak lama berselang, F langsung saja segera mengambil sebuah pisau dan langsung menikam Yoga secara membabi buta.

Sementara itu, teman sang korban lainnya juga tidak dapat berbuat banyak lagi dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang memang masuk dalam daftar pencarian polisi.

Sejumlah tikaman yang dilakukan di tubuh Yoga, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian langsung melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat langsung saja dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk melakukan perobatan.

Namun,  saat sedang di perjalanan nyawa pria India ini tidak lagi terselamatkan akibat pendarahan yang sangat hebat yang dialaminya. Yoga juga sudah dinyatakan lebih dulu meninggal dunia sebelum tiba di RS Pirngadi Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

Ketika ditanya apakah ada motif narkoba yang terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba juga mengaku belum dapat untuk dipastikan.

“Kalau memang benar motifnya karena gara-gara narkoba, kita juga masih belum tau pasti. Kita saat ini juga sedang tunggu hasil dari penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya juga sudah ditangani oleh pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban juga sudah membuat pengaduan kesana,” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, juga masih belum bersedia untuk memberikan keterangan.
Duni gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom
Dunia gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom
Dunia gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom

Senin, 17 Juli 2017

Polrestabes Medan mengamankan 39 Pengunjung Di Lokasi Barcelona Dan Equator


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Polrestabes Medan kembali gencarkan razia tempat hiburan malam kelas elit seperti biasa,sasarannya adalah tempat hiburan malam yang rawan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. 

Hasilnya,sebanyak 39 pengunjung yang mengkonsumsi Narkoba terjaring darilokasi Equator dan Barcelona di Medan,Minggu (16/7) dinihari. 

Selain itu mengamankan 39 penggemar dunia gemerlap malam (dugem) itu,petugas juga menemukan beberapa butir pil ekstasi di room.Selanjutnya ke 39 pengunjung house music tersebut diboyong ke kantor Sat Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Awalnya,petugas menyisir lokasi di diskotik Kingdom Pool & Bar di Jalan Merak Jingga,Kelurahan Kesawan,Kecamatan Medan Barat.Namun dalam operasi itu,polisi tak menemukan pengunjung yang kedapatan atau mengkonsumsi narkoba. 

Kemudian petugas beralih ke Diskotik Barcelona di Jalan Pancing, Desa Medan Estate,Kecamatan Percut Seituan.Dari diskotik yang terdengar gelamor itu,polisi dan tim gabungan mengamankan seorang wanita berinisial Anggi Permatasari (24) keadaan lagi tinggi. 

Perempuan yang tinggal di Jalan Pancing I,Kecamatan Medan Tembung ini,langsung dilakukan pemeriksaan tes urinehasilnya Anggi Permatasari pun positif mengkonsumsi pil ekstasi dan sabu. 

Cuma setengah butir saja yang saya makan pak,ucap Anggi Permatasari sembari menangis.Selanjutnya wanita muda itu dinaikkan ke atas truk Sabhara Polrestabes Medan. 


Usai dari Diskotik Barcelona yang sudah beberapa kali dirazia dan disegel karena tidak memiliki izin operasional itu,Polrestabes Medan yang dipimpin oleh Kabag Ops dan Wakasat Res Narkoba, Kompol Yudi Frianto serta Polisi Militer langsung menuju Diskotik Equator. 

Kedatangan petugas secara mendadak itu membuat para pengggemar house music itu kalang kabut dan bersembunyi di setiap sudut ruangan bahkan sampai bersembunyi ke dalam gudang di Lantai 6. 

Sejumlah pengunjung yang didominasi usia muda itu,akhirnya dikumpulkan untuk didata dan dites urine. Pengunjung yang mengaku telah mengkonsumsi pil ekstasi tidak menjalani tes urine sedangkan pengunjung yang terindikasi mengkonsumsi narkoba menjalani tes urine. 

Dari hasil tes urine tersebut,34 pengunjung pria dan 4 wanita muda positif menggunakan pil ekstasi.Ke 39 pengunjung diskotik tersebut selanjutnya diboyong ke kantor Sat Reserse Narkoba Polrestabes Medan guna penyelidikan lebih lanjut. 

Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Doni Satria Sembiring SIK,SH,MHum menyebutkan,razia rutin di sejumlah lokasi hiburan malam di Medan itu bertujuan untuk memberantas peredaran Narkoba,apalagi selama ini diketahui sejumlah diskotik dan karaoke terindikasi sebagai tempat peredaran dan transaksi Narkoba.

Hasilnya sudah terbukti.39 pengunjung positif mengkonsumsi Narkoba sesuai hasil tes urine dan barang bukti pil ekstasi yang disita,tegas Doni Satria Sembiring didampingi Wakasat Res Narkoba Kompol Yudi Frianto. 

Dijelaskan Doni,razia pemberantasan Narkoba di lokasi hiburan malam akan terus dilakukan mengingat peredaran Narkoba sudah sangat meresahkan dan banyaknya pengedar dan pemakai Narkoba yang sudah tertangkap bahkan ditembak mati. 



Jumat, 02 Juni 2017

Kalapas Kelas IIA Binjai Mengamankan Tukang Servis AC Membawa Sabu


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Mantan narapidana Lapas Kelas IIA Binjai, Johansen Gunawan alias Ayong, (30) waga Jalan Jend Ahmad Yani, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota seludupkan 2 paket yang diduga sabu-sabu seberat 2,56 gram ke dalam Lapas hari jumat 02 JUNI 2017.

Pengunjung tersebut bernama Johansen Gunawan alias Ayung warga Jalan Ahmad Yani,Pekan Binjai,Kecamatan Binjai Kota.Dia diamankan sekitar pukul 12.00 WIB.

Jauhari Sitepu mengatakan penangkapan terhadap Ayung berawal dari kecurigaannya terhadap gerak-gerak pria berbadan tegap tersebut.

Penyeludupan narkoba yang diduga sabu-sabu ke dalam lapas ini pertama kali diketahui oleh Kalapas Kelas IIA Binjai, Jahari Sitepu yang curiga melihat gerak-gering Ayong dari kamera CCTV.

Dia pun memberikan instruksi kepada anggotanya untuk membiarkan mantan alumnus Lapas Kelas IIA tersebut masuk.Saat melewati pintu II,dia pun meminta anggotanya menggeledah Johansen Gunawan Alias  Ayong.

Nggak ada sabu di celananya.Tapi kulihat tangan kanannya menggenggam sesuatu.Pas kusuruh buka dia mengaku membawa sabu yang dikemas aluminium foil.

Mendapat pengakuan tersebut,Ayung disuruh membuat pengakuan di secarik kertas sembari menunggu kehadiran petugas kepolisian.

Petugas kepolisian pun membuka alumium foil dan menemukan dua paket sabu.Setelah ditimbang sabu tersebut memiliki berat 2,56 gram.

Kepada Kalapas Ayung mengakui disuruh seseorang untuk mengantarkan sabu kepada Jak, penghuni Lapas.

Jahari Sitepu mengatakan Ayung adalah mantan narapidana dalam kasus sabu-sabu.Setelah bebas,dia kerap masuk ke dalam Lapas untuk memperbaiki AC kalau ada yang rusak di lapas.

Kamis, 06 April 2017

Mie Pangsit Aseng Kampung Tanjung Binjai Dengan Gerakan Yang Super Cepat


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - ADA saja tingkah polah yang dilakukan penjual mie pangsit demi menarik perhatian calon pelanggan,salah satu yang tengah menjadi viral baru-baru ini adalah atraksi yang dilakukan oleh penjual mie pangsit aseng  yang melayani pembelinya dengan gerakan hiperaktif cenderung lebay,terlihat sebuah video singkat yang merekam aksi kocak penjual mi pangsit aseng saat meracik makanan dagangannya,Dengan gerakan cepat dan terkesan buru-buru,pria yang mengenakan kaos berwarna abu-abu ini dengan cekatan melakukan tugasnya.


Berbagai persiapan mulai dari merebus mie pangsit dan wan tan,mengaduk hingga menuangkan kuah kaldu dilakukan dengan gerakan hiperaktif,bukan hanya cepat melayani pembeli tapi aseng  ini terlihat menghibur pembelinya dan sukses mengundang gelak tawa orang di sekitar heran melihat gerakan kecepatan tangannya. 

Dari keterangan foto ini diketahui penjual mie pangsit ini menjajakan dagangannya di Binjai sumatera Utara,Saking cepatnya gerakan si aseng penjual mie pangsit,banyak netizen yang mengira jika video ini dipercepat tapi setelah diperhatikan lebih detail,gerakan yang super cepat hanya dari pria berkaos abu-abu. 

Sejak diunggah pertama kali,video ini sudah dilihat lebih dari 800 ribu kali,wow....Berbagai ocehan kocak juga dilontarkan dari netizen di kolom komentar tak sedikit yang mengatakan jika aseng ini adalah penjual mie pangsit bae ala Indonesia,versi lain gerakan salt bae yang juga menjadi viral belakangan ini.