Senin, 04 Desember 2017

Pulang Dari Diskotik New Zone, Pria India Di Bunuh Teman Sendiri


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - Dunia malam saat ini kembali lagi membawa petaka. Seperti yang dialami Yoga Murti (30), tewas usai ia dibunuh temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, saat ia baru pulang berpesta dari Diskotik New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Pada hari senin (4/12/2017) dinihari.

Yoga juga meregang nyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya banyak sekali berlumuran darah akibat beberapa luka tikaman.

Informasi yang sudah diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bahwa Yoga bersama dengan dua orang temannya masuk Diskotik New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib.  

Tetapi sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama dengan kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga saat ini dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan juga narkoba.

“Di dalam perjalanan kami juga singgah ke rumah teman si Yoga yang berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah satu seorang teman sang korban.

Begitu sesudah sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan juga F) saat ini sedang terlibat adu mulut. Tak lama berselang, F langsung saja segera mengambil sebuah pisau dan langsung menikam Yoga secara membabi buta.

Sementara itu, teman sang korban lainnya juga tidak dapat berbuat banyak lagi dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang memang masuk dalam daftar pencarian polisi.

Sejumlah tikaman yang dilakukan di tubuh Yoga, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian langsung melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat langsung saja dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk melakukan perobatan.

Namun,  saat sedang di perjalanan nyawa pria India ini tidak lagi terselamatkan akibat pendarahan yang sangat hebat yang dialaminya. Yoga juga sudah dinyatakan lebih dulu meninggal dunia sebelum tiba di RS Pirngadi Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

Ketika ditanya apakah ada motif narkoba yang terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba juga mengaku belum dapat untuk dipastikan.

“Kalau memang benar motifnya karena gara-gara narkoba, kita juga masih belum tau pasti. Kita saat ini juga sedang tunggu hasil dari penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya juga sudah ditangani oleh pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban juga sudah membuat pengaduan kesana,” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, juga masih belum bersedia untuk memberikan keterangan.
Duni gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom
Dunia gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom
Dunia gemerlap malam (Dugem) kembali membawa petaka. Yoga Murti (30), tewas usai ditikami temannya sendiri di Jalan Pasar 7, Gang Melati, Dusun Rambungan II, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, sepulang berpesta dari Diskotek New Zone Jalan Wajir, kawasan Medan Maimun. Senin (4/12/2017) dinihari. Yoga meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan, karena sekujur sekujur tubuhnya berlumuran darah akibat beberapa liang luka tikaman. Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, warga Pulo Brayan, Gang Amal, Kampung Banten, Kecamatan Medan Labuhan itu, bersama dua temannya masuk Diskotek New Zone, Jalan Wajir Medan sekitar jam 00.00 wib. Namun sekitar jam 03.00 wib, Yoga bersama kedua temannya keluar dari lokasi hiburan malam itu diduga dalam keadaan mabuk berat pengaruh alkohol dan narkoba. “Di perjalanan kami singgah ke rumah teman si Yoga berinisial F di kawasan Pasar 7 Tembung,” jelas Aziz salah seorang teman korban. Begitu sampai di rumah F, keduanya (Yoga dan F) terlibat perang mulut. Tak lama berselang, F langsung langsung mengambil sebilah pisau dan menikam Yoga membabi buta. Sementara itu, teman korban lainnya tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan Yoga menerima tikaman dari F yang disebut-sebut sebagai bandar (BD) narkoba, yang masuh dalam daftar pencarian polisi. Sejumlah tikaman yang bersarang di tubuhnya, membuat Yoga terkapar berlumuran darah. Usai menghabisi Yoga, F kemudian melarikan diri. Sementara, Yoga yang dalam kondisi sekarat dilarikan kedua temannya ke RS Pirngadi Medan untuk perobatan. Namun, di perjalanan nyawa pria turunan India ini tidak terselamatkan akibat pendarahan hebat yang dialaminya. Yoga dinyatakan sudah lebih dulu meninggal dunia ketiba tiba di RS Pirngadi Medan. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip A Purba, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada motif narkoba terkait pembunuhan tersebut, Iptu Philip A. Purba mengaku belum bisa memastikan. “Kalau motifnya karena gara-gara narkoba, kita belum tau pasti. Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi. Lagi pula kasusnya sudah ditangani pihak Polrestabes Medan karena keluarga korban membuat pengaduan kesana (Polrestabes Medan),” ujar Kanit singkat saat dihubungi Senin (4/12/2017) sore. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan keterangan.

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/12/04/46674/pulang-dugem-dari-diskotek-new-zone-pemuda-turunan-india-tewas-ditikami-teman-sendiri
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom

Senin, 17 Juli 2017

Polrestabes Medan mengamankan 39 Pengunjung Di Lokasi Barcelona Dan Equator


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Polrestabes Medan kembali gencarkan razia tempat hiburan malam kelas elit seperti biasa,sasarannya adalah tempat hiburan malam yang rawan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. 

Hasilnya,sebanyak 39 pengunjung yang mengkonsumsi Narkoba terjaring darilokasi Equator dan Barcelona di Medan,Minggu (16/7) dinihari. 

Selain itu mengamankan 39 penggemar dunia gemerlap malam (dugem) itu,petugas juga menemukan beberapa butir pil ekstasi di room.Selanjutnya ke 39 pengunjung house music tersebut diboyong ke kantor Sat Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Awalnya,petugas menyisir lokasi di diskotik Kingdom Pool & Bar di Jalan Merak Jingga,Kelurahan Kesawan,Kecamatan Medan Barat.Namun dalam operasi itu,polisi tak menemukan pengunjung yang kedapatan atau mengkonsumsi narkoba. 

Kemudian petugas beralih ke Diskotik Barcelona di Jalan Pancing, Desa Medan Estate,Kecamatan Percut Seituan.Dari diskotik yang terdengar gelamor itu,polisi dan tim gabungan mengamankan seorang wanita berinisial Anggi Permatasari (24) keadaan lagi tinggi. 

Perempuan yang tinggal di Jalan Pancing I,Kecamatan Medan Tembung ini,langsung dilakukan pemeriksaan tes urinehasilnya Anggi Permatasari pun positif mengkonsumsi pil ekstasi dan sabu. 

Cuma setengah butir saja yang saya makan pak,ucap Anggi Permatasari sembari menangis.Selanjutnya wanita muda itu dinaikkan ke atas truk Sabhara Polrestabes Medan. 


Usai dari Diskotik Barcelona yang sudah beberapa kali dirazia dan disegel karena tidak memiliki izin operasional itu,Polrestabes Medan yang dipimpin oleh Kabag Ops dan Wakasat Res Narkoba, Kompol Yudi Frianto serta Polisi Militer langsung menuju Diskotik Equator. 

Kedatangan petugas secara mendadak itu membuat para pengggemar house music itu kalang kabut dan bersembunyi di setiap sudut ruangan bahkan sampai bersembunyi ke dalam gudang di Lantai 6. 

Sejumlah pengunjung yang didominasi usia muda itu,akhirnya dikumpulkan untuk didata dan dites urine. Pengunjung yang mengaku telah mengkonsumsi pil ekstasi tidak menjalani tes urine sedangkan pengunjung yang terindikasi mengkonsumsi narkoba menjalani tes urine. 

Dari hasil tes urine tersebut,34 pengunjung pria dan 4 wanita muda positif menggunakan pil ekstasi.Ke 39 pengunjung diskotik tersebut selanjutnya diboyong ke kantor Sat Reserse Narkoba Polrestabes Medan guna penyelidikan lebih lanjut. 

Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Doni Satria Sembiring SIK,SH,MHum menyebutkan,razia rutin di sejumlah lokasi hiburan malam di Medan itu bertujuan untuk memberantas peredaran Narkoba,apalagi selama ini diketahui sejumlah diskotik dan karaoke terindikasi sebagai tempat peredaran dan transaksi Narkoba.

Hasilnya sudah terbukti.39 pengunjung positif mengkonsumsi Narkoba sesuai hasil tes urine dan barang bukti pil ekstasi yang disita,tegas Doni Satria Sembiring didampingi Wakasat Res Narkoba Kompol Yudi Frianto. 

Dijelaskan Doni,razia pemberantasan Narkoba di lokasi hiburan malam akan terus dilakukan mengingat peredaran Narkoba sudah sangat meresahkan dan banyaknya pengedar dan pemakai Narkoba yang sudah tertangkap bahkan ditembak mati. 



Jumat, 02 Juni 2017

Kalapas Kelas IIA Binjai Mengamankan Tukang Servis AC Membawa Sabu


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Mantan narapidana Lapas Kelas IIA Binjai, Johansen Gunawan alias Ayong, (30) waga Jalan Jend Ahmad Yani, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota seludupkan 2 paket yang diduga sabu-sabu seberat 2,56 gram ke dalam Lapas hari jumat 02 JUNI 2017.

Pengunjung tersebut bernama Johansen Gunawan alias Ayung warga Jalan Ahmad Yani,Pekan Binjai,Kecamatan Binjai Kota.Dia diamankan sekitar pukul 12.00 WIB.

Jauhari Sitepu mengatakan penangkapan terhadap Ayung berawal dari kecurigaannya terhadap gerak-gerak pria berbadan tegap tersebut.

Penyeludupan narkoba yang diduga sabu-sabu ke dalam lapas ini pertama kali diketahui oleh Kalapas Kelas IIA Binjai, Jahari Sitepu yang curiga melihat gerak-gering Ayong dari kamera CCTV.

Dia pun memberikan instruksi kepada anggotanya untuk membiarkan mantan alumnus Lapas Kelas IIA tersebut masuk.Saat melewati pintu II,dia pun meminta anggotanya menggeledah Johansen Gunawan Alias  Ayong.

Nggak ada sabu di celananya.Tapi kulihat tangan kanannya menggenggam sesuatu.Pas kusuruh buka dia mengaku membawa sabu yang dikemas aluminium foil.

Mendapat pengakuan tersebut,Ayung disuruh membuat pengakuan di secarik kertas sembari menunggu kehadiran petugas kepolisian.

Petugas kepolisian pun membuka alumium foil dan menemukan dua paket sabu.Setelah ditimbang sabu tersebut memiliki berat 2,56 gram.

Kepada Kalapas Ayung mengakui disuruh seseorang untuk mengantarkan sabu kepada Jak, penghuni Lapas.

Jahari Sitepu mengatakan Ayung adalah mantan narapidana dalam kasus sabu-sabu.Setelah bebas,dia kerap masuk ke dalam Lapas untuk memperbaiki AC kalau ada yang rusak di lapas.

Kamis, 06 April 2017

Mie Pangsit Aseng Kampung Tanjung Binjai Dengan Gerakan Yang Super Cepat


Bwinqq Dominoqq Terpercaya - ADA saja tingkah polah yang dilakukan penjual mie pangsit demi menarik perhatian calon pelanggan,salah satu yang tengah menjadi viral baru-baru ini adalah atraksi yang dilakukan oleh penjual mie pangsit aseng  yang melayani pembelinya dengan gerakan hiperaktif cenderung lebay,terlihat sebuah video singkat yang merekam aksi kocak penjual mi pangsit aseng saat meracik makanan dagangannya,Dengan gerakan cepat dan terkesan buru-buru,pria yang mengenakan kaos berwarna abu-abu ini dengan cekatan melakukan tugasnya.


Berbagai persiapan mulai dari merebus mie pangsit dan wan tan,mengaduk hingga menuangkan kuah kaldu dilakukan dengan gerakan hiperaktif,bukan hanya cepat melayani pembeli tapi aseng  ini terlihat menghibur pembelinya dan sukses mengundang gelak tawa orang di sekitar heran melihat gerakan kecepatan tangannya. 

Dari keterangan foto ini diketahui penjual mie pangsit ini menjajakan dagangannya di Binjai sumatera Utara,Saking cepatnya gerakan si aseng penjual mie pangsit,banyak netizen yang mengira jika video ini dipercepat tapi setelah diperhatikan lebih detail,gerakan yang super cepat hanya dari pria berkaos abu-abu. 

Sejak diunggah pertama kali,video ini sudah dilihat lebih dari 800 ribu kali,wow....Berbagai ocehan kocak juga dilontarkan dari netizen di kolom komentar tak sedikit yang mengatakan jika aseng ini adalah penjual mie pangsit bae ala Indonesia,versi lain gerakan salt bae yang juga menjadi viral belakangan ini.

Senin, 03 April 2017

Pengunjung Diskotik Iguana Dan Equator Positif mengkomsumsi Narkoba Jenis Ekstasi Sebanyak 45 Orang


Bwinqq Domino Terpercaya-Puluhan pengunjung diskotik yang sedang asyik mendengar dan menikmati musik di sejumlah tempat hiburan malam di kota Medan,terjaring razia yang digelar petugas gabungan Polisi dan BNN,Sabtu (1/4) malam. 

Bahkan dalam razia gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Medan,AKBP Doni Sembiring yang dimulai Sabtu (1/4) malam hingga Minggu (2/4) dinihari ini, mendapatkan hasil sedikitnya 30 pria dan 15 orang wanita yang positif menggunakan narkoba jenis ekstasi. 

Bukan itu saja,ada seorang pengunjung wanita juga diamankan karena memiliki satu butir pil ekstasi warna pink merek pink love.Guna pengusutan dan pemeriksaan lebih lanjut pemilik pil ekstasi itu pun diserahkan ke Sat Res Narkoba Polrestabes Medan. 

Kalau yang tes urinenya positif kita serahkan ke BNN dan yang memiliki barang bukti pil ekstasi kita serahkan ke Sat Res Narkoba biar kita bongkar untuk mengetahui asal usul barang haram tersebut,terang Kabag Ops AKBP Doni S Sembiring SiK SH MSi disela-sela razia gabungan bersama BNNP Sumut dan Polisi Militer (POM). 

Berdasarkan informasi,dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lokasi hiburan malam di medan,petugas gabungan pertama kali mendatangi lokasi hiburan malam di Diskotik Iguana yang berada di lantai 5 di Jalan Pringgan Medan,Sabtu (1/4) malam. 

Dari lokasi ini petugas gabungan langsung masuk ke setiap room KTV dan menggeledah barang-barang milik para pengunjungnya.Bahkan kedatangan para petugas gabungan polisi dan BNN yang secara mendadak ini pun sempat membuat pengunjung yang sedang menikmati alunan musik sontak kaget dan hanya bisa terdiam dan menuruti semua perintah petugas yang akan melakukan penggeledahan serta pemeriksaan test urinenya. 

Selanjutnya satu persatu para pengunjung di Diskotik Iguana ini pun dilakukan test urine yang dikomandoi oleh BNN Provinsi Sumut.Tidak butuh waktu yang lama, sebanyak 30 pria dan 15 wanita akhirnya dinyatakan positif mengkomsumsi narkoba.Selanjutnya para pengguna narkoba ini pun diboyong ke BNNP Sumut untuk dimintai keterangannya. 

Usai merazia para pengunjung di Diskotik Iguana,petugas gabungan ini pun langsung bergerak ke Diskotik Equator yang berada di Jalan Cirebon Medan, Minggu (2/4) dinihari.

Di lokasi hiburan malam yang berada di Gedung Novotel Soechi ini petugas langsung merangsek masuk sembari memberitahukan ada pemeriksaan,dan meminta kepada para pengunjungnya untuk tidak panik. 

Selanjutnya untuk mencari barang bukti narkoba,petugas pun memeriksa tas/dompet serta tempat-tempat yang dicurigai.Berkat kejelian petugas gabungan akhirnya ditemukan barang bukti satu butir pil ekstasi warna pink dari tangan seorang wanita yang lagi bersama seorang pria kewarganegaraan Malaysia. 

Warga Negara Malaysia ini untuk sementara diambil keterangan sebagai saksi,aku AKBP Doni Sembiring,satu di Equator Seorang pengunjung wanita Discotik & KTV Elquator Jalan Cirebon,diamankan oleh petugas gabungan.

Wanita diketahui bernama Elvie Meirina Widia Astuti (41) warga Komplek Surya Blok 7, LK VI no 35,Kecamatan Helvetia Timur.Dia kedapatan mengantongi narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 1,5 butir saat digeledah petugas dari dalam tasnya yang dibalut dengan tissue.


Izin pak,ini ada wanita mengantongi narkoba jenis pill ekstasi,ujar petugas dari Polrestabes Medan kepada pemimpin razia Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Donni Sembiring. 

Mendapati hal itu,petugas langsung mengamankan wanita tersebut ke dalam mobil petugas. Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari pihak petugas kepolisian maupun petugas BNNP Sumut.

Kamis, 23 Maret 2017

Karoeke X3 Plaza Yang Lim Dan Equator Hotel Soech Luput Di Razia Karena Ada Setoran Tiap Bulan


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar merazia tempat hiburan malam guna berantas perdagangan narkoba paska tewasnya dua gadis cantik pengunjung X3 dan Equator Diskotik dan Karaoke Equator di Hotel Soechi,Jalan Cirebon dan Karaoke XXX(X3) berada di lantai 6 Plaza Yang Lim,Jalan Emas,belum dirazia personel BNN.Dari dua tempat hiburan malam itu pula awal mula dua gadis cantik meregang nyawa terindikasi menenggak narkoba jenis ekstasi. 

Di tengah BNN gencar merazia,berhembus kabar Equator dan X3 tak gentar.Pihaknya berdalih melaksanakan kewajiban kepada oknum petugas. 

Tahu sama tahu ajalah.Obat kita jual di sini Rp200 ribu perbutir.Kalau pengunjung yang kenal dekat dengan kita,obat bisa dijual Rp150 ribu perbutir.Hasil keuntungan uang penjualan obat di lokasi ini kita setor ke BNN.Karena kita tak ingin tamu yang lagi enjoy terganggu kehadiran petugas,ujar salah seorang pegawai Equator yang minta namanya dirahasiakan,Senin (20/3) kemarin. 

Dia menyebutkan sebelumnya BNN kerap masuk ke tempat hiburan malam itu secara mendadak.Namun begitu ada uang setoran lantas oknum BNN enggan masuk lagi. Begitulah trik kami.Mana ada yang nggak butuh uang.Penting tiap bulan nyetor Jadi tamu yang datang ke mari jadi tenang bisa menghabiskan waktunya sampai pagi tanpa terusik dengan adanya razia,

Sementara itu,Kabid Pemberantasan BNNP Sumut,AKBP Agus Halimuddin,membantah setoran dari pihak Karaoke X3 Plaza Yang Lim dan Equator Hotel Soechi.


Tidak benar itu semua coba siapa yang ngomong begitu beritahu kepada saya jangan main-main sekali lagi itu tidak benar,ungkapnya saat dikonfirmasi. 

Agus mengungkapkan pihaknya selalu melakukan pemeriksaan razia atau gerebek setiap lokasi tempat hiburan malam untuk mengantisipasi peredaran narkoba di hiburan malam di medan.

Tetap kita razia.Ya kalau mengenai itu kan tak mungkin kita bilang kepada publik takutnya razia bocor kita BNNP Sumut komit dalam pemberantasan narkoba,ungkapnya sembari mengimbau kepada pengelola diskotik agar yang coba-coba mengedarkan narkoba kepada pengunjung. 

Kalau memang terbukti akan kita tindak tegas siapapun itu baik pengelola diskotik maupun pengunjung yang kedapatan mengedarkan maupun mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.

Diketahui tempat hiburan Karaoke XXX (X3) Plaza Yang Lim disinyalir menyediakan narkoba untuk pengunjungnya.Sebutir ekstasi dibandrol Rp300 ribu.Selain pil geleng-geleng,narkoba jenis Key dan Happy Five juga beredar di tempat hiburan malam itu. Kalau ekstasi bisa Rp300 ribu gitu harganya jika kita pesan di dalam.Kalau key bisa sampai Rp1 jutaan.Happy Five bisa sampai 150rb  Itupun harus orang China baru bisa dikasih beli.Kalau orang pribumi ditengok-tengoknya orangnya,sebut salah satu pengunjung yang juga pernah pesan inex dan key maupun happy five,namun tidak mau disebutkan namanya. 

Hal itu dibuktikan dengan peristiwa overdosisnya seorang pengunjung bernama Amelia alias Lia (22) yang diduga mengonsumsi pil ekstasi (ineks) di Room KTV X05 pada Senin malam (13/3) lalu. 


Informasi diperoleh di lapangan,korban mendapatkan narkoba dengan membelinya seharga Rp300 ribu dari karaoke X3.Atas kejadian overdosis itu, Amelia sempat dirawat di RS Bunda Thamrin. 

Saat kejadian ia sempat mengalami kejang-kejang,lalu dilarikan dua rekannya ke rumah sakit.Sementara tamunya yang di dalam room tidak peduli dan langsung kabur keluar.

Rabu, 22 Maret 2017

Lagi Asik Theresome Di Hotel Binjai KM 17 Dua Cewek Dan Satu Cowok Di Gerebek Sat Narkoba Polres Binjai


Bwinqq Dominoqq Terpercaya-Saat sedang asik menikmati surga dunia,pasangan mesum yang sedang threesome alias 2 perempuan lawan 1 laki-laki,digrebek polisi dari Hotel Binjai,Jalan Medan-Binjai km 17,Binjai Timur,Senin (20/3) jam 17.00 wib. Selain pesta seks,pasangan threesome yang menempati kamar 220 Hotel Binjai tersebut,juga membawa narkoba jenis pil ekstasi atau shabu yang dileburkan,beserta alat untuk mengkonsumsi narkoba.Mereka adalah Kiki Wulandari (23),warga Jalan Soekarno Hatta KM 18,Gang Rambutan,Binjai Timur dan Tika Wati (23),warga Jalan Melinjau, Pasar 5 Jawa,Kelurahan Jati Karya,Binjai Utara dan laki-lakinya,Satria Pratama (21) warga Jalan SM Raja,Kelurahan Tanah Tinggi,Binjai Timur. 


Pasangan threesome berikut barang bukti barang terlarang diamankan ke Sat Narkoba Polres Binjai untuk diperiksa lebih lanjut.Dari hasil tes urine di kantor polisiternyata tes urine ketiganya positif mengkonsumsi narkoba. 

Menurut Kiki,dia bersama Tika dijemput oleh Satria Pratama pakai mobil Toyota Kijang Innova dan dibawa ke Hotel Binjai.Setibanya di dalam kamar hotel,mereka langsung main bertiga alias threesome.Namun sayang,saat mereka belum mencapai puncak klimaks,polisi datang dan menggagalkan permainan mereka.Belum sampe, sudah digrebek polisi,kata wanita berambut panjang itu. 

Mengenai narkoba dan alat konsumsi narkoba yang diamankan polisi dari dalam kamar yang mereka sewa,wanita seksi itu menyebutkan tidak tahu menahu soal itu. Soal narkoba itu.Kami nggak tahu,ungkapnya.Kasat Narkoba AKP Bambang H Tarigan,mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka.Masih dalam pemeriksaan.Kita masih mencaritahu dari mana asal narkoba mereka,ungkapnya. 

Kami Sudah 3 Hari Di Hotel Itu Menurut Tika,mereka sudah 3 hari menginap di kamar Hotel Binjai itu.Terkadang,mereka juga pergi keluar dari hotel.Kalau sudah habis ngisap narkoba,kami keluar,ujar Tika.Diceritakan janda 1 anak itu,dia sudah 3 tahun mengkonsumsi narkoba,karena frustasi setelah berpisah dengan suaminya. 


Sebelum menikah dengan suaminya,Tika masih sekolah dan hamil.Akhirnya, saat masih duduk di kelas 2 SMA,Tika harus putus sekolah dan menikah.Setelah membangun rumah tangga dengan suaminya,mereka dikaruniai 1 orang anak laki-laki.Namun, setelah 4 tahun hidup bersama dengan pria yang hanya buruh pabrik,akhirnya Tika pun meninggalkan suaminya serta anaknya.Saat ini,anakku sudah kelas 1 SD dan tinggal bersama mertuaku,kata wanita berbody seksi itu.Disinggung mengapa dia meninggalkan suaminya,Tika hanya mengaku tidak tahan saja.

Nggak tahan saja aku sama mantan suamiku,katanya singkat tidak menjelaskan tidak tahan hidup kekurangan atau tidak. Namun, selama 3 tahun berpisah dengan suami,wanita itu lebih memilih untuk sendiri,dalam hal keluarga.Walau sendiri,tetapi dia masih bisa main dengan laki-laki lain,untuk melampiaskan nafsunya.Sering aku main sama laki-laki yang bukan suamiku. 

Aku juga konsumsi narkoba bersama laki-laki yang ngajak aku,ungkapnya dengan kondisi masih tingg.Setelah diamankan polisi,Tika mengaku akan mencoba meninggalkan narkoba.Aku nyesal.Aku coba nanti tinggalkan narkoba lah,katanya saat diperiksa penyidik.